Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Kembali Gunakan Perang Gerilya, Pasukan Zionis Makin Kewalahan

POROS PERLAWANAN — Media-media Israel melaporkan bahwa Hizbullah kembali menerapkan taktik perang gerilya di Lebanon selatan dan berhasil menimbulkan tekanan serius terhadap pasukan Zionis. Channel 13 Israel menyebut pola serangan Kelompok Perlawanan Lebanon itu mulai menyerupai operasi gerilya era 1990-an yang dahulu menguras kekuatan Militer Israel di “zona keamanan” Lebanon.

Menurut Farsnews Agency, dalam laporannya, Channel 13 pada Minggu 17 Mei, menyatakan bahwa Hizbullah berhasil menjalankan operasi-operasi dengan kebutuhan personel terbatas, tetapi efektif dalam memburu pasukan Israel dan menciptakan perang melelahkan terhadap Militer Zionis.

Media Israel itu mencontohkan sebuah operasi terbaru ketika Hizbullah menanam ranjau anti-personel di jalur pergerakan tentara Israel. Jalur operasi pasukan Zionis disebut telah dipetakan lebih dahulu sebelum ranjau diledakkan. Serangan tersebut menyebabkan empat tentara Israel terluka.

Menurut Channel 13, siapa pun yang mengingat “zona keamanan” Israel di Lebanon pada dekade 1990-an akan melihat bahwa Tel Aviv kini menghadapi pola ancaman yang hampir identik.

Media tersebut juga menilai usulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengenai gencatan senjata penuh merupakan langkah yang tepat di tengah meningkatnya tekanan terhadap Militer Israel di Lebanon selatan.

Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Israel, KAN melaporkan bahwa pasukan Israel yang ditempatkan di “sabuk keamanan” Lebanon selatan berada dalam kondisi sangat rentan terhadap serangan Hizbullah.

Laporan lain dari jaringan i24News Israel mengungkap kekhawatiran Militer Zionis terhadap krisis kekurangan personel yang disebut mengancam kesiapan garis depan.

Mengutip seorang komandan senior Israel, i24News menyebut Militer Israel saat ini mengalami kekurangan sekitar 12 ribu personel.

Perwira tersebut menggambarkan krisis kekurangan pasukan itu sebagai gangguan terhadap “detak jantung” Militer Israel, sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan terganggunya ritme operasional dan kesiapan tempur Militer.

Di lapangan, Hizbullah tidak hanya mengandalkan ranjau jalan dan serangan roket maupun artileri. Kelompok Perlawanan itu juga terus meningkatkan penggunaan drone FPV untuk menyerang posisi Militer Israel.

Drone jenis FPV dinilai memberi keuntungan besar karena mampu menyerang secara presisi dengan biaya relatif rendah. Dalam sejumlah operasi, penggunaan drone ini dilaporkan menimbulkan kerugian personel dan kerusakan peralatan Militer Israel.

Salah satu keunggulan utama drone FPV berbasis serat optik adalah ketahanannya terhadap perang elektronik. Teknologi tersebut memungkinkan transmisi data berkecepatan tinggi dengan risiko peretasan yang jauh lebih kecil dibandingkan sistem komunikasi konvensional.

Militer Israel sendiri telah beberapa kali mengakui belum memiliki solusi efektif untuk menghadapi serangan drone FPV yang terus berkembang di medan tempur Lebanon selatan.

Tags: