Loading

Ketik untuk mencari

Afrika

Kecam Kejahatan di Gaza, Syekh Al-Azhar: Siapa pun yang Mendiamkannya Hari ini, Bakal Terkena Dampaknya di Masa Depan

POROS PERLAWANAN – Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Al-Tayyib, yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) mengeluarkan pernyataan tegas pada Selasa 12 November. Ia memperingatkan bahwa siapa pun yang memilih diam atas kejahatan dan pembantaian yang terjadi di Gaza hari ini, akan merasakan dampaknya di masa depan. Menurutnya, ketidakpedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina telah menciptakan kekacauan yang tak kunjung menemukan solusi.

Al-Tayyib mengungkapkan penyesalan mendalam atas hasil yang jauh dari harapan, dengan standar ganda yang terus mendominasi penanganan isu Timur Tengah. Ia menilai, dunia internasional seolah mendukung pihak yang memiliki kekuatan besar dalam persenjataan dan ekonomi, sambil menindas yang lemah tanpa memperhatikan nilai-nilai agama dan etika kemanusiaan.

Di Gaza, kata Al-Tayyib, konflik yang berlangsung lebih dari 400 hari ini tidak hanya mengabaikan prinsip-prinsip agama, tetapi juga melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan etika global. Al-Tayyib berharap agar lembaga-lembaga internasional, seperti Uni Eropa, Dewan Keamanan, dan PBB, mengambil tindakan nyata. Namun, realitas menunjukkan adanya perbedaan besar antara pernyataan dan tindakan. Beberapa negara Eropa memang mengutuk pelanggaran di Gaza, tetapi negara-negara lain masih terus memasok senjata kepada Israel, memberikan dukungan penuh, dan ikut terlibat dalam pembunuhan warga sipil di Gaza tanpa peduli banjir darah yang terjadi di depan mata mereka.

Al-Tayyib menekankan bahwa sikap seperti ini mencerminkan kontradiksi dalam posisi Eropa terhadap Gaza. Ia menyoroti aksi dukungan terhadap rakyat Palestina justru muncul dari masyarakat luas, dengan ribuan orang turun ke jalan di berbagai Ibu Kota Eropa dan universitas di Amerika Serikat, menuntut diakhirinya pembunuhan terhadap perempuan, anak-anak, dan lansia yang korbannya kini mencapai lebih dari 40 ribu jiwa.

“Allah Maha Adil,” ujar Syekh Al-Azhar, “dan saya yakin, siapa pun yang memilih diam atas kejahatan dan pembantaian ini hari ini, akan merasakan sebagian dari dampaknya esok atau lusa.” Menurutnya, ketidakpedulian terhadap rakyat Palestina hanya akan memperpanjang kekacauan global dan memberi kekuatan kepada agresor yang tak segan menumpahkan darah orang-orang tak bersalah.

Al-Tayyib menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk menciptakan perdamaian adalah dengan menghentikan agresor tersebut melalui kekuatan.

Lebih lanjut, Syekh Al-Azhar mengecam narasi terkait Operasi Badai al-Aqsha pada 7 Oktober tahun lalu, seolah itu adalah awal konflik Palestina-Israel, serta menggambarkan serangan setelahnya sebagai reaksi semata. Menurutnya, narasi tersebut adalah bentuk ketidakadilan terhadap Palestina.

Apa yang terjadi di Gaza saat ini bukanlah perang yang seimbang, tetapi serangan dari tentara bersenjata berat terhadap rakyat sipil yang bahkan tidak memiliki makanan cukup untuk bertahan hidup sehari-hari. Menurut Al-Tayyib, tujuan dari kekerasan ini kini semakin jelas: pembunuhan warga sipil demi merebut tanah mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *