Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Houthi: Yaman Siap Gunakan Semua Opsi untuk Dukung Iran

POROS PERLAWANAN — Pemimpin Ansharullah Yaman, Abdul Malik al-Houthi menyatakan Yaman siap menggunakan “semua opsi” untuk mendukung Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan al-Houthi dalam pidato pada Kamis malam 26 Maret, saat menegaskan Yaman tidak akan bersikap netral dalam konflik yang melibatkan Teheran.

“Yaman tidak dapat tetap netral atau diam dan akan melakukan segala upaya untuk menghadapi proyek Zionis di kawasan Asia Barat,” kata al-Houthi.

Al-Houthi juga menyebut Iran sebagai satu-satunya negara yang, menurut dia, secara penuh mendukung rakyat Yaman dalam menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

“Iran adalah satu-satunya negara yang sepenuhnya mendukung rakyat Yaman dalam menghadapi agresi berulang-ulang dari AS dan Israel,” ujarnya.

Al-Houthi juga menegaskan posisi politik dan militer kelompoknya diarahkan terhadap Amerika Serikat dan Israel, bukan terhadap negara-negara Muslim lain.

“Sikap Yaman terhadap AS dan Israel jelas dan transparan, dan tidak ditujukan terhadap negara Muslim mana pun.”

“Kami tidak memiliki niat bermusuhan terhadap negara Islam mana pun.”

Al-Houthi kemudian menyebut serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang, menurut dia, tidak sah dan tidak memiliki dasar pembenaran.

Dia juga menyebut Washington dan Tel Aviv berupaya mengubah peta geopolitik Asia Barat untuk mendorong agenda regional Israel, serta memperingatkan dampaknya dapat meluas ke negara-negara Arab di kawasan Teluk.

“Tidak ada hal baik yang akan dihasilkan dari membantu musuh Israel,” kata al-Houthi.

Dalam bagian lain pidatonya, al-Houthi mengkritik sejumlah negara Arab yang, menurutnya, tidak mengutuk serangan terhadap Iran, namun justru mempersoalkan respons balasan Teheran terhadap target-target militer Amerika Serikat di Kawasan.

“Sangat disayangkan dan menjadi sumber kesedihan bahwa beberapa negara di Kawasan ini telah memfasilitasi agresi AS dan Israel secara ekonomi dan militer,” ujarnya.

Al-Houthi juga mengecam media di sejumlah negara Arab yang dinilainya menyerang narasi “Poros Perlawanan” di tengah konflik regional yang terus meluas, termasuk perang di Gaza dan ketegangan di Lebanon.

Secara khusus Pemimpin Ansharullah itu menyinggung Hizbullah, yang menurutnya memiliki hak untuk mempertahankan Lebanon dari serangan Israel.

Pernyataan al-Houthi muncul ketika Ansharullah menyatakan kesiapan militernya untuk memperluas respons terhadap kepentingan Amerika Serikat dan Israel di Kawasan, termasuk kemungkinan target maritim di Laut Merah.

Seorang pemimpin Ansharullah sebelumnya mengatakan kelompok tersebut telah menyiapkan seluruh opsi militer, namun keputusan terkait waktu pelaksanaan akan ditentukan oleh pemimpin Gerakan.

“Kami sepenuhnya siap secara militer dengan semua opsi. Adapun detail lain yang berkaitan dengan penentuan waktu yang tepat, itu diserahkan kepada pimpinan. Kami memantau dan mengikuti perkembangan dan akan tahu kapan waktu yang tepat untuk bergerak,” kata seorang pemimpin Ansharullah.

Dalam pernyataan terpisah, tokoh yang sama juga menyebut Iran masih berada dalam posisi yang kuat dalam menghadapi tekanan militer.

“Hingga saat ini, Iran telah berkinerja baik dan mengalahkan musuh setiap hari, dan pertempuran berjalan sesuai keinginan mereka. Jika terjadi hal yang bertentangan dengan ini, maka kita dapat mengevaluasi kembali.”

Sejumlah laporan media juga menyebut kemungkinan terbukanya front baru di kawasan Selat Bab al-Mandab jika serangan terhadap wilayah Iran meluas. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Teheran maupun Ansharullah terkait skenario tersebut.

Amerika Serikat dan Israel disebut melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran sejak 28 Februari. Otoritas dan media yang berafiliasi dengan Poros Perlawanan menyebut sejumlah area sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan fasilitas olahraga, ikut terdampak.

Di tengah perkembangan itu, sejumlah pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah menyuarakan keprihatinan atas eskalasi militer AS-Israel terhadap Iran dan menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *