Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

HP Mantan Menteri Zionis Diretas, Israel Tingkatkan Pengamanan untuk para Perwira Tingginya

HP Mantan Menteri Zionis Diretas, Israel Tingkatkan Pengamanan untuk para Perwira Tingginya

POROS PERLAWANAN – Media-media Zionis memberitakan, mantan Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked menjadi target serangan siber Iran usai mengklik sebuah tautan. Shaked dikenal dengan pernyataan-pernyataan radikalnya terkait Iran dan Gaza.

Dilaporkan Fars, dalam serangan itu Iran mengakses informasi yang terdapat di akun Telegram milik Shaked. Dia baru diberi tahu soal serangan siber itu setelah 2 pekan kemudian.

Selama menjabat sebagai Menteri Kehakiman di tahun 2016-2017, Shaked telah mendapatkan sejumlah peringatan dari aparat keamanan Rezim Zionis soal kemungkinan dia disadap oleh Iran.

Media-media Israel sendiri berusaha menampakkan bahwa serangan siber itu “biasa-biasa saja dan tak berdampak besar”, demi mengesankan bahwa tak banyak informasi yang telah diretas dari telepon genggam politisi Israel dari Partai Yamina tersebut. Padahal, para peretas telah mengakses seluruh informasi akun Shaked di Telegram dalam waktu yang lama.

Di lain pihak, harian Maariv memberitakan bahwa menyusul ancaman Iran untuk membunuh pejabat tinggi Israel, Militer Israel memperluas unit keamanan militernya dan mengubahnya menjadi divisi. Perwira tinggi akan mendapatkan pengawalan ketat dan kendaraan berlapis baja. Keputusan ini dilandasi pemahaman bahwa ancaman tersebut mungkin berlanjut selama bertahun-tahun.

Militer Israel diharuskan mengubah seluruh konsep keamanan bagi petinggi militer. Unit Keamanan Markas Besar akan diperluas dalam waktu dekat dan menjadi Divisi Keamanan Markas Besar, yang akan beroperasi serupa dengan Unit Keamanan Pribadi Shin Bet – Unit 730.

Menurut Maariv, sebelum agresi Israel ke Iran, Badan Keamanan Israel (Shin Bet) telah mendeteksi upaya Iran untuk menyerang tokoh-tokoh senior Militer, sistem keamanan, dan kalangan politik Israel.

Dalam dua tahun terakhir, Shin Bet telah menangkap puluhan warga Israel yang dicoba direkrut oleh Intelijen Iran sebagai agen. Beberapa di antaranya bertugas, antara lain, mengumpulkan informasi tentang tokoh-tokoh penting di Israel dan menganalisis sistem keamanan di sekitar mereka.

Iran mengumumkan bahwa mereka akan mengambil tindakan untuk menyerang pejabat tinggi sistem keamanan Israel dan bahkan menerbitkan poster dengan foto-foto pejabat yang menjadi target pembunuhan oleh mereka.

Militer Israel telah melakukan penilaian situasi dan menyusun daftar perwira yang menghadapi ancaman nyata serangan dari Iran. Di antara para perwira tersebut: Kepala Staf Militer Eyal Zamir, Wakilnya Mayor Jenderal Tamir Yadai, Komandan Angkatan Udara Mayor Jenderal Tomer Bar, Kepala Intelijen Militer (Aman) Mayor Jenderal Shlomi Binder, Kepala Badan Keamanan Dalam Negeri (Shin Bet) berikutnya, Mayor Jenderal David Zini, dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Semua perwira kini mendapatkan pengawalan ketat, dan sebagian di antaranya diberikan tingkat pengamanan tinggi yang setara dengan yang diberikan kepada tujuh simbol kekuasaan. Di antara lain, sebagian perwira tersebut menggunakan kendaraan berlapis baja yang sama dengan kendaraan konvoi Perdana Menteri.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *