Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Ilmuwan Nuklir Amerika Tewas Ditembak di Rumahnya

POROS PERLAWANAN — Media Amerika Serikat melaporkan tewasnya seorang ilmuwan nuklir terkemuka setelah ditembak di kediamannya di Amerika Serikat. Korban diketahui merupakan akademisi senior Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan dikenal sebagai pendukung terbuka Rezim Zionis.

Menurut laporan Kayhan pada Kamis 18 Desember, surat kabar lokal Boston Herald, mengutip pejabat penegak hukum, menyebutkan bahwa seorang profesor ilmu nuklir berusia 47 tahun dari MIT ditembak di rumahnya pada Senin malam. Korban, Profesor Nuno F. G. Loureiro, sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, namun meninggal dunia akibat luka-lukanya pada keesokan harinya.

Laporan MIT News menyebutkan bahwa Loureiro ditembak di rumahnya di Brookline, Massachusetts, pada Senin malam 15 Desember dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada hari berikutnya. Polisi setempat menyelidiki kasus ini sebagai homicide (pembunuhan), namun hingga kini belum ada tersangka maupun motif resmi yang diumumkan.

Sementara itu, Boston Herald melaporkan bahwa Kepolisian Negara Bagian Massachusetts bersama Departemen Kepolisian Brooklyn menerima laporan terkait insiden penembakan tersebut. Aparat menyatakan penyelidikan masih berlangsung secara aktif dan belum merilis informasi tambahan kepada publik.

Mengutip laporan WBUR, Kepolisian Norfolk County dan kejaksaan setempat bekerja sama dalam penyelidikan bersama aparat kepolisian lokal. Pihak berwenang menegaskan bahwa insiden ini sejauh ini belum dikaitkan dengan peristiwa penembakan lain yang terjadi di universitas terdekat, dan motif pelaku masih belum diketahui.

Menurut laporan IRNA, Loureiro menjabat sebagai Direktur Plasma Science and Fusion Center (PSFC) MIT serta profesor di bidang sains, teknik, dan fisika nuklir. Ilmuwan teoretis kelahiran Portugal itu bergabung dengan MIT sejak 2016 dan diangkat sebagai Direktur PSFC pada 2024.

Loureiro dikenal luas sebagai ilmuwan berprestasi di bidang Fisika Plasma dan Teknologi Fusi. Risetnya berfokus pada pemahaman perilaku plasma, elemen kunci dalam pengembangan energi fusi bersih yang diproyeksikan sebagai solusi energi jangka panjang bagi umat manusia. Sebelum berkarier di MIT, ia menempuh pendidikan dan menjalani riset ilmiah di Eropa dan Amerika Serikat.

Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa Loureiro dikenal di komunitas ilmiah Amerika sebagai seorang Yahudi dan pendukung terbuka Israel. Media Zionis i24news turut menyoroti kematiannya, dengan menulis bahwa dukungan ilmuwan asal Portugal berusia 47 tahun itu terhadap Israel tergolong menonjol dan dikenal luas.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *