Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Ilmuwan Politik AS: Trump Keliru Memasuki Konflik Militer dengan Iran

POROS PERLAWANAN — Ilmuwan Politik Amerika Serikat, John Mearsheimer menilai Presiden AS, Donald Trump keliru memasuki konflik militer dengan Iran. Menurutnya, keputusan tersebut bertumpu pada perkiraan yang tidak realistis tentang respons Iran.

Komentar tersebut disampaikan Mearsheimer dalam pernyataan yang dilaporkan media Iran, Press TV, pada Selasa 17 Maret. Profesor Ilmu Politik di University of Chicago tersebut menilai Washington tidak memperhitungkan ketahanan politik dan militer Iran.

“Trump terkejut dan tercengang ketika dihadapkan dengan kenyataan rakyat Iran dan Angkatan Bersenjata mereka tidak segera menyerah,” kata Mearsheimer.

Menurutnya, Amerika Serikat bahkan dengan dukungan Israel tidak memiliki kemampuan untuk menundukkan Iran secara cepat.

“Kita tidak bisa mengalahkan Iran. Dengan melancarkan perang seperti itu, kita hanya mengirimkan pesan kebodohan,” ujarnya. “Sekarang terbukti kita tidak lebih dari orang bodoh.”

Mearsheimer juga menilai Washington tidak memiliki strategi yang jelas untuk mencapai tujuan militer dalam konflik tersebut. Tanpa peta jalan yang terukur, operasi militer berisiko berubah menjadi konflik berkepanjangan tanpa hasil strategis.

Komentar tersebut muncul setelah munculnya pernyataan pengusaha dan penasihat politik yang dekat dengan Trump, David Zax. Dalam laporan media, Zax memperingatkan potensi kerusakan besar di Israel jika perang berlangsung selama beberapa minggu atau bulan ke depan.

Di tengah eskalasi tersebut, sejumlah media di Amerika Serikat dan Israel juga menyoroti efektivitas sistem drone dan rudal buatan Iran dalam serangan balasan.

Konflik terbaru antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan meningkat sejak 28 Februari saat serangan militer diluncurkan terhadap sejumlah lokasi di Iran.

Sebagai respons, Iran menembakkan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel serta ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *