Imam Ali Khamenei dan Madrasah Nasrallah
POROS PERLAWANAN – Menjelang prosesi pemakaman Syahid Sayyid Hasan Nasrallah, berikut ini pemikiran-pemikiran pilihan dari Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengenai sosok Sayyid al-Muqawamah (Sayyid Perlawanan) yang layak kembali diulas.
Permata Cemerlang Lebanon
“Kami semua berduka dan berbelasungkawa atas kesyahidan Sayyid tercinta ini. Kehilangan ini adalah musibah yang sangat besar dan benar-benar membuat kami berduka.” (13/07/1403 H.S)
“Dia adalah mujahid besar di zaman kita—benar-benar, dengan segala kejujuran dan keadilan, seorang pejuang besar yang tak kenal lelah di zaman ini.” (17/08/1403 H.S)
“Saudaraku yang terkasih, kebanggaanku, wajah tercinta dunia Islam, dan suara lantang bangsa-bangsa di kawasan ini, permata cemerlang Lebanon.” (13/07/1403 H.S)
“Beliau sungguh seorang manusia yang tiada bandingannya.” (11/10/1401 H.S)
“Berapa banyak manusia besar di dunia ini yang setara dengan Sayyid Hasan Nasrallah (semoga Allah meridhainya)—syahid mulia ini—yang kita miliki? Sosok seperti ini telah meninggalkan Hizbullah.” (09/11/1403 H.S)
“Dia adalah panji tinggi Perlawanan melawan penindas dan perampok iblis; suara yang lantang dan pembela berani kaum tertindas; sumber keberanian dan semangat bagi para pejuang dan pencari kebenaran. Cakupan popularitas dan pengaruhnya tidak hanya terbatas pada Lebanon, Iran, dan negara-negara Arab, tetapi melampauinya.” (13/07/1403 H.S)
Seandainya Mereka Tidak Ada…
“Orang-orang yang mengaku sebagai pembela hak asasi manusia ini justru menyebut manusia-manusia besar dan wajah-wajah bercahaya seperti Sayyid Hasan Nasrallah, Ismail Haniyeh, Jenderal Soleimani, dan syuhada besar lainnya sebagai teroris. Padahal, kelompok teroris sesungguhnya adalah mereka sendiri—merekalah kelompok kriminal sejati. Dunia kini telah memahami kenyataan ini, dan alhamdulillah, mereka telah mengetahuinya.” (12/08/1403 H.S)
“Seandainya tidak ada orang-orang seperti syahid Yahya Sinwar yang berjuang hingga detik terakhir, maka nasib Kawasan ini pasti berbeda. Namun, karena mereka ada, keadaannya menjadi berbeda. Seandainya tidak ada orang-orang besar seperti syahid Sayyid Hasan Nasrallah yang mampu memadukan jihad, akal, keberanian, pengorbanan, dan keikhlasan, maka gerakan ini tidak akan seperti sekarang. Keberadaan mereka sungguh sangat penting.” (08/08/1403 H.S)
“[Syahid Nasrallah] gugur sebagai syahid ketika sedang merancang strategi untuk membela rakyat tak berdaya di Dahiya, Beirut—mereka yang rumah-rumahnya hancur dan orang-orang tercintanya gugur. Sebagaimana selama puluhan tahun beliau telah merancang, memikirkan, dan berjihad demi membela rakyat Palestina yang tertindas—Tanah Air yang dirampas, rumah-rumah yang dihancurkan, dan orang-orang yang dibantai. Kesyahidan adalah haknya yang paling sah setelah sekian banyak perjuangan dan pengorbanan.” (07/07/1403 H.S)
Hizbullah: Warisan Abadi Sayyid Hasan Nasrallah
“Dunia Islam kehilangan seorang tokoh besar; Poros Perlawanan kehilangan seorang pembawa panji yang unggul; dan Hizbullah Lebanon kehilangan seorang pemimpin yang tiada bandingannya.” (07/07/1403 H.S)
“Hari ini, para pemimpin seperti Nasrallah dan Safiuddin secara lahiriah mungkin tidak lagi hadir di dunia ini, tetapi jiwa dan kepemimpinan mereka tetap ada di medan perjuangan dan terus membela Lebanon serta rakyatnya yang tak berdaya.” (03/08/1403 H.S)
“Sayyid tercinta kami telah mencapai derajat tinggi para syuhada dan meraih cita-cita yang selama ini diidamkannya. Namun, beliau juga meninggalkan sebuah warisan abadi di dunia ini, yaitu Hizbullah. Hizbullah tumbuh berkat keberanian, kebijaksanaan, kesabaran, dan tawakal luar biasa yang dimiliki Sayyid. Hizbullah berkembang dengan sangat pesat hingga menjadi sebuah organisasi yang tidak mampu dikalahkan oleh musuh yang dipersenjatai dengan berbagai senjata material, propaganda, media, dan sarana lainnya. Insya Allah, musuh pun tak akan pernah mampu mengalahkannya. Almarhum Sayyid Hasan Nasrallah telah menjadikan Hizbullah sebagai fenomena luar biasa seperti ini.” (17/08/1403 H.S)
“Keberkahan dari kebijaksanaan dan perjuangan puluhan tahun beliau tidak akan pernah sirna. Fondasi yang beliau bangun di Lebanon dan arah yang diberikan kepada pusat-pusat Perlawanan lainnya tidak hanya akan bertahan setelah kepergiannya, tetapi justru akan semakin kokoh berkat darah beliau dan para syuhada lain yang gugur dalam peristiwa ini.” (07/07/1403 H.S)
“Sayyid tercinta ini memimpin perjuangan berat selama tiga puluh tahun; membangun Hizbullah selangkah demi selangkah: ‘Seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, lalu tunas itu semakin kuat dan tegak berdiri di atas batangnya sehingga membuat para petani kagum—agar dengan itu Allah menjengkelkan orang-orang kafir. Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala besar bagi mereka yang beriman dan berbuat kebajikan.’ (QS. Al-Fath:29) Dengan kebijaksanaan Sayyid, Hizbullah tumbuh secara bertahap, dengan kesabaran, logika, dan cara yang alami, serta menunjukkan keberadaannya melalui kemunduran-kemunduran yang dialami rezim Zionis di berbagai titik waktu: ‘Buahnya diberikan setiap saat dengan izin Tuhannya.’ (QS. Ibrahim:25) Hizbullah sungguh merupakan ‘pohon yang baik’—dan Hizbullah beserta pemimpin syuhadanya adalah intisari dari keutamaan-keutamaan historis dan identitas bangsa Lebanon.” (13/07/1403 H.S)
Madrasah Nasrallah: Jalan Perjuangan yang Tak Akan Pernah Berhenti dan Terus Berlanjut
“Sayyid Hasan Nasrallah mungkin telah tiada secara fisik dari tengah-tengah kita, tetapi kepribadian sejatinya, ruhnya, jalannya, dan suaranya yang lantang tetap ada dan akan terus hidup di antara kita… dan kini kesyahidannya akan semakin memperkuat pengaruhnya.” (13/07/1403 H.S)
“Duka yang kita rasakan bukanlah kesedihan yang menjerumuskan pada keputusasaan dan kekacauan; melainkan seperti duka untuk Sayyid al-Syuhada, Imam Husain bin Ali (a.s.): duka yang menghidupkan hati, memberikan pelajaran, memotivasi, dan menumbuhkan harapan.” (13/07/1403 H.S)
“Ruh Sayyid Hasan Nasrallah tetap hidup, ruh Yahya Sinwar tetap hidup; kesyahidan mereka tidak mengeluarkan mereka dari medan perjuangan. Jasad mereka telah pergi, tetapi ruh dan pemikiran mereka tetap ada, dan jalan mereka akan terus berlanjut.” (27/09/1403 H.S)
“Sayyid al-Muqawamah (Sayyid Perlawanan) bukan sekadar seorang individu, tetapi sebuah jalan dan sebuah madrasah, dan jalan ini akan terus berlanjut hingga akhir.” (07/07/1403 H.S)
“Pesan paling penting yang beliau sampaikan, baik melalui kata-kata maupun amal perbuatannya selama hidup, kepada kalian, rakyat setia Lebanon, adalah: Janganlah kalian putus asa dan bingung ketika kehilangan tokoh-tokoh besar seperti Imam Musa Sadr, Sayyid Abbas Mousavi, dan tokoh-tokoh besar lainnya.” (13/07/1403 H.S)
“Darah syahid Sayyid Abbas Mousavi tidak tumpah sia-sia, demikian pula darah syahid Sayyid Hasan Nasrallah tidak akan pernah tumpah sia-sia.” (07/07/1403 H.S)
“Jangan pernah ragu dalam perjalanan perjuangan ini; tingkatkan usaha dan kemampuan kalian; perkuat solidaritas kalian dua kali lipat; dan hadapilah musuh yang agresif dengan memperkuat iman dan tawakal—hingga kalian mampu menggagalkan seluruh rencana jahat mereka.” (13/07/1403 H.S)
