Imbas Dukung Israel, Cadangan Rudal AS Terkuras
POROS PERLAWANAN – Pentagon memperingatkan bahwa cadangan rudal AS berada dalam tekanan besar. Pentagon dikabarkan telah mengajukan permohonan anggaran darurat senilai lebih dari 3,5 miliar Dolar untuk mengganti rudal-rudal pencegat yang digunakan di Tanah Pendudukan sejak Oktober 2023 hingga sekarang.
Dikutip Fars dari Bloomberg, permohonan ini menunjukkan bertambahnya biaya kehadiran AS di kawasan Asia Barat dan kekhawatiran yang terus meningkat terkait kemampuan produksi rudal untuk memenuhi permintaan.
Berdasarkan dokumen anggaran yang sampai ke tangan Bloomberg, ini adalah permohonan terbaru dari rangkaian permohonan yang dimulai sejak akhir tahun 2023, tak lama setelah dimulainya Operasi Badai al-Aqsa pada 7 Oktober dan pengiriman pertama pasukan AS ke medan konflik.
Laporan ini menyebutkan, permohonan terbesar untuk rudal-rudal AS diajukan pada April 2024 saat Republik Islam Iran untuk kali pertama meluncurkan lebih dari 110 rudal balistik, 30 rudal cruise, dan 150 ke kedalaman Tanah Pendudukan, sebagai balasan atas agresi Israel ke wilayahnya.
Dalam perang termutakhir antara Iran dan Israel pada Juni lalu, pasukan AS menembakkan lebih dari 100 rudal pencegat THAAD, yang merupakan seperempat dari total stok operasional sistem tersebut.
Padahal, lapor Bloomberg, di tahun lalu AS hanya memproduksi 11 rudal THAAD baru, sementara tahun ini diharapkan akan 12 rudal baru yang dibuat. Para pakar memperingatkan, tren ini “bukan sesuatu yang bisa terus dilanjutkan oleh AS.”
Laporan ini menyoroti krisis rudal AS dan menyatakan, permohonan baru mencakup anggaran senilai satu miliar Dolar untuk rudal-rudal pencegat SM-3 buatan korporasi RTX, yang ditembakkan pada April lalu oleh kapal-kapal perusak Angkatan Laut AS. Masing-masing rudal itu berharga antara 9 hingga 12 juta Dolar.
Para petinggi AS mengakui, komitmen AS untuk melindungi Israel berdampak pada kesiapan tempur negara ini.
Seorang perwira senior AS mengatakan,”Cadangan mulai menyusut dengan cepat. Kita membutuhkan lebih banyak (rudal) lagi, dan itu pun harus segera.”
