Iran: 3.000 Perusuh Bersenjata dan Anggota Geng Teroris Ditangkap
POROS PERLAWANAN — Pasukan keamanan Iran menangkap sejumlah gembong geng teroris-perusuh bersenjata di beberapa provinsi, termasuk Kerman, Kermanshah, Golestan, dan Hormozgan. Otoritas keamanan juga mengumumkan total 3.000 orang telah ditangkap dalam beberapa hari terakhir terkait kerusuhan bersenjata.
Pada Jumat 16 Januari, Kantor Berita Tasnim melaporkan pihak berwenang menangkap ribuan orang yang disebut terlibat dalam kelompok teroris serta aksi kerusuhan bersenjata di berbagai wilayah Iran.
Provinsi Kerman: Pelaku Sabotase Ditangkap, Bahan Mudah Terbakar Disita
Kepala Kepolisian Provinsi Kerman, Kolonel Akbar Najafi mengumumkan penangkapan lima pelaku vandalisme di wilayah Iran tenggara tersebut. Para pelaku diketahui merusak sebuah stasiun pengisian bahan bakar dan pangkalan milisi Basij.
Najafi menyebutkan bahwa aparat keamanan juga menyita sejumlah bahan mudah terbakar yang digunakan dalam aksi sabotase tersebut.
Provinsi Hormozgan: Geng Teroris Dibekuk, Senjata dan Bahan Peledak Diamankan
Di Provinsi Hormozgan, Kepala Kepolisian Ali Akbar Javidan melaporkan penangkapan satu geng teroris beranggotakan 10 orang di Kota Bandar Abbas, Iran selatan. Kelompok tersebut terdiri dari delapan pria dan dua wanita.
Dalam operasi itu, aparat menyita 65 bom molotov, 25 baterai, dua senjata api, satu penerima sinyal satelit, serta sejumlah bahan yang digunakan untuk merakit granat tangan.
Provinsi Kermanshah: Perusuh Bersiap Timbulkan Korban Jiwa
Tasnim mengutip pernyataan Gubernur Kermanshah, Manouchehr Habibi, yang menyebut sejumlah pemimpin kerusuhan bersenjata di provinsi barat Iran telah ditangkap.
Menurutnya, para perusuh membawa senjata api, alat komunikasi, dan bom rakitan. Ia menegaskan aksi tersebut bukan protes biasa, melainkan gerakan terorganisasi yang dirancang untuk menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Provinsi Golestan: Pemimpin Kerusuhan Ditangkap, Markas Operasi Digagalkan
Kepolisian Provinsi Golestan menyatakan Badan Intelijen dan Keamanan berhasil mengidentifikasi serta menggagalkan “tempat persembunyian organisasi” penting milik kelompok perusuh di Kota Azadshahr, Iran utara.
Dalam operasi terarah, pasukan keamanan menangkap salah satu pemimpin utama kerusuhan bersenjata di wilayah tersebut. Tersangka mengakui melakukan serangan menggunakan senjata tajam, termasuk pedang, serta melemparkan bom molotov ke fasilitas umum dan aparat keamanan.
Pihak kepolisian juga menyebut tersangka mengakui keterlibatannya dalam penembakan langsung ke arah warga sipil dan pasukan keamanan. Kerugian material akibat aksi tersebut diperkirakan melampaui 100 miliar Toman, mencakup kerusakan kantor gubernur, bank, mesin ATM, dan sejumlah toko.
Dalam operasi terpisah, aparat keamanan menangkap seorang teroris bersenjata yang disebut paling berbahaya di provinsi itu. Operasi tersebut dilakukan berdasarkan informasi intelijen akurat dan dukungan warga setempat. Otoritas menilai tersangka berperan besar dalam menciptakan teror dan ketakutan di tengah masyarakat.
Sejak awal tahun ini, Iran mengalami peningkatan kerusuhan di sejumlah provinsi yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan luas pada properti publik dan swasta.
Dalam beberapa hari terakhir, pasukan keamanan juga menangkap ratusan perusuh bersenjata lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan pihak asing, termasuk Badan Intelijen Israel, Mossad.
