Iran Kutuk Serangan Militer AS ke Venezuela
POROS PERLAWANAN — Iran mengutuk keras serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah negara tersebut.
Mengutip Kantor Berita Tasnim pada Sabtu 3 Januari, Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyampaikan kecaman itu melalui pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama.
Dalam pernyataannya, Teheran menilai serangan militer AS melanggar prinsip-prinsip dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional, khususnya Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan. Iran menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk “agresi” yang perlu dikecam secara tegas oleh PBB dan negara-negara yang menjunjung supremasi hukum serta perdamaian internasional.
Kementerian Luar Negeri Iran juga menilai serangan terhadap negara berdaulat anggota PBB berpotensi mengganggu perdamaian dan keamanan regional maupun global. Menurut Teheran, dampaknya dapat merusak tatanan internasional yang bertumpu pada Piagam PBB.
Iran mengingatkan hak Venezuela untuk mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan hak menentukan nasib sendiri. Teheran menyerukan tanggung jawab hukum dan moral komunitas internasional, terutama PBB dan Dewan Keamanannya, untuk segera menghentikan tindakan yang disebutnya ilegal serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang merencanakan dan melaksanakan serangan tersebut.
Sementara itu, meski pejabat Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi, otoritas Venezuela menyatakan negaranya menjadi sasaran serangan. Pemerintah Venezuela menyebut target sipil dan militer diserang di berbagai wilayah.
Al Jazeera melaporkan suara jet tempur terdengar melintas di atas langit Venezuela, menambah laporan tentang eskalasi situasi keamanan di negara Amerika Selatan tersebut.
