Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC Siap Tuntut Balas Pembunuhan Syahid Qasim Soleimani oleh Trump dan Netanyahu

IRGC Rilis Statemen Soal Konfrontasinya dengan Kapal-kapal Perang AS

POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan semangat perlawanan terus menguat dalam upaya menuntut balas atas pembunuhan Jenderal Qasim Soleimani. Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan hari kesyahidan Soleimani dan milad Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib.

Mengutip Kantor Berita Tasnim pada Sabtu 3 Januari, IRGC menilai dampak dan pengaruh Syahid Soleimani tetap hidup di tengah Poros Perlawanan. Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut melemahnya tatanan politik dan keamanan hegemonik serta berkurangnya pengaruh Amerika Serikat di Kawasan sebagai bagian dari dampak berkelanjutan perjuangan Syahid Soleimani dan para pejuang Perlawanan.

IRGC menyatakan pembunuhan Jenderal Soleimani oleh Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu tidak mampu memutus jejak dan pengaruh perjuangannya. Menurut IRGC, tindakan tersebut justru memperkuat semangat perlawanan di Kawasan.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menyoroti bertepatannya peringatan kesyahidan Soleimani dengan milad Imam Ali. IRGC menilai apa yang mereka sebut sebagai “mazhab Soleimani” merupakan kelanjutan praktis nilai-nilai kepemimpinan Imam Ali, seperti keadilan, keberanian, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap rakyat.

IRGC menambahkan bahwa enam tahun setelah kesyahidan Soleimani, nama dan pengaruhnya dinilai kian meluas di kalangan masyarakat Islam dan generasi muda Kawasan. Kesyahidan Soleimani dipandang sebagai awal fase baru perjuangan, bukan penutup perannya.

Pernyataan tersebut juga menyinggung perlawanan bangsa Iran dalam konflik yang berlangsung selama 12 hari, yang menurut IRGC menunjukkan “Iran penuh dengan Soleimani”. IRGC menilai hal itu menjadi bukti berlanjutnya pengaruh figur Syahid Soleimani di tengah masyarakat.

IRGC menyebut semangat perlawanan kini mengalir di antara bangsa-bangsa Kawasan dan terus menguat menghadapi apa yang mereka sebut sebagai penindasan. Dalam konteks regional, IRGC mengaitkan perjuangan Perlawanan, termasuk isu Palestina dengan warisan Syahid Soleimani.

Menurut IRGC, Gerakan Perlawanan Islam di berbagai negara telah membentuk front yang semakin terkoordinasi. IRGC juga menyinggung meluasnya dukungan internasional terhadap isu Palestina, termasuk di negara-negara Barat.

Di bagian akhir pernyataannya, IRGC menyampaikan pembaruan ikrar kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Imam Ali Khamenei serta komitmen melanjutkan perjuangan hingga terwujudnya apa yang mereka sebut sebagai Iran yang kuat dan merdeka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *