Iran: Lebih dari 61.000 Bangunan Sipil Rusak Akibat Serangan AS–Israel
POROS PERLAWANAN — Pemerintah Iran melaporkan lebih dari 61.000 bangunan sipil rusak akibat serangan Militer Amerika Serikat dan Israel sejak konflik terbaru pecah pada akhir Februari.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani menyampaikan data tersebut pada Senin saat konflik memasuki hari ke-17.
Menurut laporan Press TV pada Selasa 17 Maret, serangan militer yang menurut Teheran dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel telah merusak sedikitnya 61.182 unit bangunan sipil di berbagai wilayah Iran.
Rincian Pemerintah menunjukkan 18.180 bangunan tempat tinggal dan komersial rusak di Teheran. Di wilayah lain di Iran tercatat 34.548 bangunan tempat tinggal serta 8.081 bangunan komersial mengalami kerusakan.
Mohajerani juga menyampaikan data korban sipil selama konflik tersebut.
“Sebanyak 226 perempuan Iran, termasuk dua ibu hamil, tewas dan 3.002 perempuan lainnya mengalami luka-luka,” kata Mohajerani.
Korban di kalangan anak-anak juga tercatat dalam laporan Pemerintah. Jumlah korban di bawah usia 18 tahun mencapai 204 orang, sementara 13 korban berusia di bawah lima tahun.
Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah tenaga profesional sipil. Pemerintah Iran mencatat 17 tenaga medis serta 206 guru dan pelajar kehilangan nyawa selama konflik berlangsung.
Menurut Pemerintah Iran, waktu rata-rata respons tim penyelamat dan tenaga medis untuk mencapai lokasi serangan sekitar empat menit.
Konflik meningkat sejak 28 Februari ketika serangan udara menghantam sejumlah lokasi di Iran dan menewaskan pejabat serta Komandan Militer senior.
Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah target di wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Kawasan.
