Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Pantang Mundur: Pertahankan 10 Syarat Negosiasi, Tolak Tekanan Blokade AS

POROS PERLAWANAN — Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei menegaskan Teheran tidak akan mundur dari sepuluh syarat utama dalam perundingan dengan Amerika Serikat, meski menghadapi tekanan blokade laut dari Washington.

Dikutip dari Al Mayadeen pada Kamis 16 April, Rezaei menyebut langkah Presiden AS, Donald Trump sebagai bentuk tekanan psikologis setelah serangkaian kegagalan politik dan militer. “Blokade ini tidak lebih dari perang urat saraf. Itu tidak akan mengubah posisi Iran dalam negosiasi,” ujarnya.

Rezaei menilai AS cenderung menghindari konflik berkepanjangan, sementara Iran telah terbiasa menghadapi perang atrisi. Ia juga menyebut tekanan terhadap Trump dipicu kekalahan beruntun serta pengaruh kelompok kepentingan di balik layar, termasuk sekutu dekat Washington.

Rezaei mengkritik ambisi AS untuk menguasai Selat Hormuz. Menurutnya, setiap operasi darat berisiko tinggi. “Ribuan tentara bisa tertawan dan biaya yang harus dibayar akan sangat besar untuk setiap orang,” katanya.

Rezaei menilai kegagalan AS bersumber dari kesalahan membaca dinamika global, lemahnya pengelolaan politik, serta minimnya kapasitas militer di tingkat pengambil keputusan. Ditambahkannya, konflik belum berakhir dan saat ini lawan berupaya memecah-belah melalui perang informasi.

Menurutnya, posisi Iran kini lebih kuat, baik di medan maupun diplomasi. “Berbeda dari perundingan sebelumnya, kali ini kami yang menetapkan syarat,” ujarnya. Ia juga menekankan Iran masih menahan diri secara militer, namun tidak akan mengorbankan haknya.

Sikap serupa disampaikan Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi. Ia memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran tidak akan membiarkan arus ekspor dan impor di Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah berlangsung jika blokade AS terhadap pelabuhan Iran berlanjut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *