Iran Perbaiki Enam Jembatan Rel dalam 96 Jam, Layanan Kembali Beroperasi Normal
POROS PERLAWANAN — Iran disebut berhasil memulihkan enam jembatan rel utama dan sejumlah infrastruktur transportasi dalam waktu kurang dari 96 jam setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada awal April 2026, demikian menurut laporan PressTV pada Kamis 16 April.
Serangan AS-Israel dilaporkan menargetkan jaringan transportasi vital, termasuk jalur kereta api, jembatan penghubung utama, serta fasilitas logistik di sejumlah provinsi seperti Teheran, Alborz, Qom, Isfahan, Zanjan, dan Azerbaijan Timur. Target utama disebut mencakup koridor utara–selatan dan jalur internasional yang menghubungkan Iran dengan Turki.
Beberapa jembatan yang terdampak antara lain jembatan rel Yahya Abad di Kashan, jembatan rel di Qom, jembatan Zanjan–Mianeh, jembatan Karaj di Alborz, segmen jalur Teheran–Mashhad, serta jembatan Charbagh. Infrastruktur ini memiliki peran strategis dalam distribusi logistik nasional dan transportasi penumpang.
Menurut pejabat setempat, proses pemulihan berlangsung dalam waktu yang jauh lebih cepat dari standar konstruksi konvensional. Jembatan utama di Qom dilaporkan kembali beroperasi dalam waktu kurang dari 40 jam. Jembatan Yahya Abad dan Charbagh kembali digunakan dalam sekitar 72 jam, sementara seluruh titik kerusakan dapat dipulihkan dalam waktu kurang dari empat hari.
Laporan tersebut menyebut layanan kereta pada sejumlah jalur strategis, termasuk rute Teheran–Tabriz–Turki, kembali beroperasi dalam waktu empat hingga lima hari setelah serangan. Hal ini menunjukkan pemulihan cepat pada jaringan transportasi utama negara tersebut.
Kecepatan rekonstruksi ini disebut didukung oleh pendekatan teknis bertahap, dimulai dari pembersihan puing dan penilaian struktur menggunakan survei berbasis drone, diikuti pemasangan struktur modular sementara. Komponen seperti rangka baja pracetak, panel dek, dan penyangga sementara digunakan untuk memungkinkan operasional jalur sambil perbaikan permanen berlangsung.
Pada tahap berikutnya, dilakukan penguatan struktur yang masih bertahan menggunakan teknik penguncian baut berkekuatan tinggi dan material pengisi khusus, serta pengujian beban sebelum jalur dibuka kembali. Beberapa struktur yang rusak berat diperkuat tanpa pembongkaran total melalui metode penyanggaan tambahan dan rekayasa ulang parsial.
Selain jaringan rel, serangan AS-Israel juga dilaporkan menyasar jalan tol dan fasilitas energi. Dua jembatan utama di jalur Tabriz–Zanjan disebut terdampak, sementara sejumlah ruas alternatif dibuka untuk menjaga konektivitas. Jalur Khorramabad–Borujerd–Arak dilaporkan kembali beroperasi pada hari yang sama dengan dimulainya gencatan senjata.
Di sektor energi, puluhan gardu listrik dilaporkan mengalami kerusakan. Namun, pejabat setempat menyatakan pasokan listrik tetap terjaga selama konflik. Pemulihan kapasitas energi diperkirakan mencapai 70 hingga 80 persen dalam satu hingga dua bulan setelah serangan.
Bandara Khorramabad juga dilaporkan mengalami kerusakan pada sistem navigasi dan radar, dengan proses penilaian dan perbaikan telah dimulai.
Analisis yang dikutip dalam laporan tersebut menilai keberhasilan pemulihan cepat ini didukung kesiapan industri domestik dan ketersediaan material konstruksi dalam negeri. Iran disebut memiliki kapasitas produksi besar untuk bahan seperti semen dan baja, yang mendukung percepatan rekonstruksi tanpa ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 menargetkan instalasi militer dan infrastruktur strategis. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, namun situasi Kawasan tetap dinamis dan perundingan lanjutan belum menghasilkan kesepakatan yang komprehensif.
