Iran: Serangan Balasan Hanya Menargetkan Pangkalan Militer AS, Bukan Negara Tetangga
POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan serangan balasan yang dilakukan Teheran di Kawasan hanya menargetkan pangkalan dan posisi Militer Amerika Serikat. Serangan tersebut disebut tidak ditujukan kepada negara-negara tetangga.
Menurut laporan IRNA pada Rabu malam 4 Maret Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan jaringan televisi Al-Arabiya/Al-Hadath.
“Republik Islam hanya melakukan pembelaan diri dan tidak melakukan serangan terhadap negara-negara tetangga,” kata Baghaei.
Baghaei menyebut sasaran serangan Iran merupakan pihak yang sebelumnya melancarkan serangan terhadap wilayah Iran. Teheran juga menolak tuduhan terkait serangan terhadap Arab Saudi.
“Kami mengulurkan tangan persahabatan kepada seluruh negara di Kawasan. Tuduhan terkait serangan terhadap Arab Saudi tidak benar,” kata Baghaei.
Menurutnya, Iran menghadapi serangan yang dianggap tidak sah dari Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut, menurut Baghaei, membuat konflik berkembang menjadi perang yang dipaksakan.
“Iran menjadi sasaran serangan ilegal dari Amerika Serikat dan Rezim Zionis. Perang ini dipaksakan kepada kami dan bukan kami yang memulainya,” ujarnya.
Baghaei juga menegaskan operasi militer Iran dilakukan dengan presisi tinggi dan terbatas pada sasaran militer, dengan fokus utama pada perlindungan keamanan nasional.
IRNA melaporkan serangan Amerika Serikat dan Israel terjadi saat Iran terlibat pembicaraan serius dengan Washington terkait isu nuklir. Pada pagi 9 Esfand dalam kalender Iran, serangan dilaporkan mengenai sejumlah lokasi di beberapa kota.
Laporan tersebut juga menyebut serangan itu terjadi setelah Iran mengambil langkah dalam perundingan untuk meningkatkan transparansi terkait sifat damai program nuklirnya.
