Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Menteri Keuangan Israel: Perang dengan Iran Rugikan Ekonomi 3 Miliar Dolar per Pekan

POROS PERLAWANAN — Kementerian Keuangan Israel memperkirakan kerugian ekonomi akibat perang dengan Iran mencapai sekitar 3 miliar Dolar AS per pekan. Angka tersebut menjadi salah satu estimasi resmi pertama dari otoritas ekonomi Tel Aviv terkait dampak finansial konflik yang sedang berlangsung.

Menurut laporan Tasnim News Agency pada Rabu malam 4 Maret, Kementerian Keuangan Israel menghitung kerugian ekonomi sekitar 9,4 miliar Shekel (sekitar 2,9 miliar Dolar) setiap minggu. Estimasi ini menunjukkan besarnya tekanan ekonomi yang muncul akibat konfrontasi militer dengan Iran.

Faktor Penyebab Kerugian Ekonomi

Kementerian Keuangan Israel menyebut kerugian mingguan tersebut dipicu oleh tiga faktor utama.

1. Penutupan luas lembaga pendidikan

Aktivasi protokol keamanan oleh Komando Front Dalam Negeri membuat seluruh sekolah dan pusat pendidikan ditutup selama serangan rudal berlangsung. Penutupan ini berdampak pada aktivitas ekonomi serta partisipasi tenaga kerja.

2. Pembatasan mobilitas penduduk

Otoritas keamanan memberlakukan pembatasan pergerakan di berbagai wilayah. Kebijakan ini menghentikan sebagian besar kegiatan bisnis dan perdagangan.

3. Mobilisasi besar-besaran pasukan cadangan

Pemanggilan pasukan cadangan meningkatkan biaya militer sekaligus menarik banyak tenaga kerja terampil dari sektor produksi.

Defisit Anggaran Diperkirakan Meningkat

Seiring meningkatnya tekanan ekonomi, Kementerian Keuangan Israel juga memperkirakan defisit anggaran 2026 akan melampaui target 3,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich menyatakan pihaknya telah menyetujui tambahan 9 miliar Shekel untuk anggaran pertahanan.

“Saya tidak khawatir dengan tambahan satu persen defisit anggaran. Apa pun yang dibutuhkan Militer untuk menjalankan operasi secara optimal akan disediakan,” kata Smotrich.

Kerusakan Properti dan Evakuasi Warga

Otoritas pajak Israel melaporkan sekitar 1.000 klaim kerusakan properti tercatat dalam 24 jam pertama perang. Selain itu, 345 warga dilaporkan harus meninggalkan rumah akibat serangan rudal balasan dari Iran.

Direktur Departemen Pajak Properti, Amir Dahan menyebut dampak ledakan cukup luas.

“Kerusakan akibat ledakan sangat besar dan dapat mencakup area dengan radius 500 hingga 700 meter,” kata Dahan.

Gangguan Transportasi dan Perdagangan

Konflik juga memukul sektor transportasi dan logistik. Bandara Internasional Ben-Gurion ditutup sementara dan sejumlah penerbangan dihentikan. Beberapa perusahaan pelayaran internasional menolak bersandar di pelabuhan Israel.

Situasi ini memaksa Israel mengalihkan sebagian jalur logistik ke rute darat melalui perbatasan.

Peringatan Para Ekonom

Ekonom dari Shoresh Institution for Socioeconomic Research, Prof. Eyal Kimhi memperingatkan biaya perang dapat meningkat tajam jika konflik berlanjut.

“Biaya militer langsung seperti hari tugas pasukan cadangan, jam terbang pesawat, rudal pencegat, dan amunisi mencapai miliaran Shekel. Namun kerugian akibat terhentinya aktivitas ekonomi bisa jauh lebih besar,” kata Kimhi kepada The Jerusalem Post.

Kimhi menilai penutupan sekolah menjadi ancaman jangka panjang paling serius bagi perekonomian.

“Modal manusia merupakan sumber daya ekonomi paling penting bagi Israel. Gangguan pada sektor pendidikan menjadi kekhawatiran nyata,” ujarnya.

Sejumlah analis ekonomi juga memperingatkan konflik berkepanjangan berpotensi menekan peringkat kredit Israel di pasar keuangan internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *