Iran Setujui Pengawasan IAEA di PLTN Bushehr, Sesuai Kepentingan Nasional
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Pemerintah Iran secara resmi memberikan izin kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk melakukan pengawasan terhadap proses penggantian bahan bakar di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr. Keputusan ini telah disetujui oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran dan diklaim sejalan dengan undang-undang parlemen serta kepentingan nasional negara tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa izin kedatangan inspektur IAEA ke Bushehr telah diberikan dengan syarat pengawasan dilakukan sesuai kerangka hukum Iran. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut dibuat dalam kerangka kerja sama teknis antara Iran dan IAEA, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip nasional.
“Proses penggantian bahan bakar akan berada di bawah pengawasan inspektur internasional. Namun, semua aktivitas akan tetap mengacu pada peraturan parlemen dan kebijakan nasional yang sudah ditetapkan,” ujar Araghchi.
Meski demikian, Araghchi menambahkan bahwa teks akhir dari kesepakatan kerja sama baru dengan IAEA masih dalam proses penyusunan dan belum diadopsi secara resmi.
Sementara itu, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil dan sesuai jadwal. Ia menekankan bahwa setiap bentuk inspeksi harus melalui kesepakatan bilateral antara Iran dan IAEA, serta disetujui oleh SNSC.
“Langkah ini penting untuk menjaga kontinuitas operasional PLTN Bushehr dan memenuhi kebutuhan listrik nasional,” ujar Kamalvandi, sembari menambahkan bahwa kerja sama dengan IAEA tetap berada dalam kerangka legal yang disepakati kedua belah pihak.
Di sisi lain, ketegangan antara Iran dan pengawas nuklir internasional masih berlangsung. Laporan dari Bloomberg mengungkapkan bahwa pejabat IAEA dijadwalkan bertemu dengan pihak Amerika Serikat dalam waktu dekat. Pertemuan ini dipicu oleh kekhawatiran atas terbatasnya akses IAEA terhadap fasilitas nuklir Iran pasca-konflik dengan Israel pada bulan Juni lalu.
Tiga diplomat internasional menyebutkan bahwa upaya IAEA untuk melanjutkan kegiatan pemantauan belum membuahkan hasil, meningkatkan kekhawatiran komunitas global terhadap transparansi program nuklir Iran.
