Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Tidak Terima Dubes Baru Swedia, Juga Tidak Kirim Dubes ke Stockholm

Iran Tidak Terima Dubes Baru Swedia, Juga Tidak Kirim Dubes ke Stockholm

POROS PERLAWANAN – Menlu Iran, Hossein Amir Abdollahian mengumumkan bahwa Republik Islam Iran tidak akan menerima Dubes baru Swedia. Teheran juga tidak akan mengutus Dubes ke Stockholm.

Dilansir al-Alam, keputusan ini diambil menyusul izin Pemerintah Swedia terhadap aksi penistaan Alquran.

Salwan Momika, orang yang pada 28 Juni lalu membakar Alquran, pada Kamis 20 Juli kembali memprovokasi Umat Islam. Di bawah dukungan Polisi Swedia, Momika membakar Alquran dan bendera Irak di depan Kedubes negara ini di Stockholm.

“Pada sore hari ini, para staf Kemenlu telah mengadakan rapat luar biasa untuk membahas respons relevan terhadap masalah ini (penistaan Alquran),” kata Abdollahian pada Jumat malam 21 Juli.

“Masa tugas Dubes Swedia di Teheran telah berakhir. Presiden (Iran) telah menginstruksikan bahwa selama Pemerintah Swedia belum mengambil langkah efektif untuk menjaga kesucian kitab-kitab samawi dan Alquran, juga menindak tegas orang atau kelompok yang melakukan penistaan ini untuk kedua kalinya di Swedia, maka kami tidak akan menerima Dubes baru Swedia yang rencananya akan datang beberapa hari lagi,” tandasnya.

Abdollahian menambahkan bahwa Iran juga tidak akan mengirim Dubes baru ke Stockholm. Ia menyatakan bahwa keputusan Teheran ini telah diinformasikan kepada pihak Swedia.

Dalam kontak telepon dengan Menlu Swedia, Abdollahian mengatakan, ”Penistaan terhadap Alquran dan kitab samawi serta hal-hal sakral agama-agama lain oleh siapa pun dan di mana pun adalah perbuatan tercela. Pengulangan tindakan semacam ini dengan dalih kebebasan berpendapat tidak bisa diterima.”

“Swedia mengeklaim sebagai pionir dalam masalah HAM, namun bagaimana bisa ia mengabaikan tindakan ini begitu saja, padahal kurang dari 10 hari sebelumnya Dewan HAM PBB telah mengesahkan resolusi yang mengecam penistaan terhadap hal-hal sakral dalam agama?”

“Pelaku tindakan tak termaafkan ini harus ditangkap, diadili, dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Jika tidak dilakukan, Swedia harus menantikan keputusan tegas negara-negara Islam,” kata Abdollahian.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *