Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Tuntut Tanggung Jawab Negara-negara yang Fasilitasi Penggunaan Senjata Kimia

ran Tuntut Tanggung Jawab Negara-negara yang Fasilitasi Saddam dengan Senjata Kimia

POROS PERLAWANAN – Menlu Iran, Abbas Araghchi yang telah berkunjung ke Den Haag untuk menghadiri pertemuan tahunan negara-negara anggota Konvensi Senjata Kimia dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Belanda, pada Selasa pagi 25 November bertemu dan berbincang dengan Direktur Jenderal Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), Fernando Arias.

Diberitakan Fars bahwa dalam pertemuan tersebut, Araghchi menyoroti Iran sebagai korban terbesar senjata kimia sejak Perang Dunia II. Dia menegaskan tekad Republik Islam Iran untuk memperjuangkan hak-hak korban senjata kimia. Ia juga menyoroti tanggung jawab komunitas internasional, terutama negara-negara yang berperan langsung atau tidak langsung dalam mempersenjatai Rezim Saddam dengan senjata kimia.

Araghchi menyatakan bahwa sanksi ilegal dan tidak adil terhadap Iran serta penghalangan korban senjata kimia untuk mengakses berbagai item medis dan farmasi merupakan ketidakadilan ganda bagi korban senjata kimia dan keluarga mereka. Ia menekankan bahwa sanksi-sanksi ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, serta pihak-pihak yang memberlakukan sanksi dan yang menegakkannya harus dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan ini.

Menlu Iran menyoroti kehadiran perwakilan warga Sardasht di Parlemen Iran sebagai bagian dari delegasi Iran. Ia menggambarkan serangan kimia yang dilakukan oleh Rezim Saddam terhadap rakyat tak berdosa Sardasht pada Juli 1987 sebagai tragedi yang tak terlupakan bagi dunia. Araghchi menekankan komitmen Iran untuk terus berupaya mencegah terulangnya tragedi serupa di tempat mana pun di dunia.

Menlu Iran juga memberi penjelasan kepada Direktur Jenderal OPCW mengenai kejahatan Rezim Israel dalam agresinya terhadap Iran dan serangannya ke fasilitas industri yang berada di bawah pengawasan OPCW. Ia menyerukan agar Organisasi tersebut memberikan perhatian yang semestinya terhadap masalah ini.

Araghchi menyoroti bahwa Rezim Zionis, sebagai pihak yang telah melakukan kejahatan internasional paling keji dan secara serius mengancam perdamaian dan keamanan internasional, berada di luar Konvensi Senjata Kimia. Ia menekankan tanggung jawab komunitas internasional untuk menuntut tanggung jawab dari Rezim tersebut.

Sembari menekankan mandat Organisasi untuk mencegah terulangnya kejahatan masa lalu yang disebabkan oleh penggunaan senjata kimia, Direktur Jenderal OPCW mengumumkan kesiapan Sekretariat Organisasinya untuk melanjutkan kerja sama dengan Iran dalam kerangka tugas-tugasnya.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *