IRGC: Iran Sukses Basmi 80% Ekstremis ‘Antek Asing’ di Perbatasan Tenggara Negara
POROS PERLAWANAN – Komandan Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour mengatakan pada 4 November bahwa sekitar 80 persen militan yang didukung Barat di perbatasan tenggara Iran telah ditangkap atau terbunuh.
Menurut Pakpour, Teheran memiliki informasi bahwa “Badan Intelijen Musuh” telah menugaskan kelompok militan ini untuk mengganggu stabilitas Kawasan.
“Unit Angkatan Darat IRGC telah melakukan operasi militer di provinsi Sistan dan Baluchistan dalam beberapa hari terakhir. Delapan puluh persen teroris di Iran tenggara telah tewas atau ditangkap dalam operasi gabungan oleh pasukan militer Iran,” kata Komandan tersebut.
Operasi di Sistan dan Baluchestan, yang dimulai pada 1 November, dijuluki “Martir Keamanan”.
“Elemen utama tim teroris di wilayah tersebut telah terbunuh atau terluka akibat serangan pesawat nirawak tempur IRGC… sejumlah kecil teroris terpaksa berpencar,” imbuh Pakpour.
Ia bersumpah bahwa operasi itu akan terus berlanjut hingga semua militan di daerah itu terbunuh.
Sepuluh anggota unit patroli milik Komando Penegakan Hukum Republik Islam (FARAJA) disergap oleh militan di wilayah Goharkooh, Kabupaten Taftan, di provinsi Sistan dan Baluchistan pada 26 Oktober. Akibatnya, Teheran telah meningkatkan operasi militer di wilayah tersebut.
Serangan terhadap pasukan patroli Iran dilakukan oleh Jaish al-Adl, organisasi ekstremis Sunni sektarian dengan aspirasi separatis – yang beroperasi di perbatasan Pakistan dan menurut Teheran memiliki hubungan dengan Israel dan Badan Intelijennya.
Menurut seorang pakar hubungan internasional dan peneliti tamu di Pusat Internasional Kepolisian dan Keamanan Universitas South Wales, Jaish al-Adl terkait erat dengan Mossad Israel.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan akhir bulan lalu bahwa “banyak indikasi dan bukti” menunjukkan keterlibatan Israel dalam serangan terhadap pasukan patroli pada 26 Oktober.
Iran mengebom posisi Jaish al-Adl di perbatasan Pakistan pada Januari, yang mendorong militer Pakistan untuk menanggapi dengan serangan terhadap Iran. Teheran dan Islamabad melakukan upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, dan sepakat untuk bersama-sama memerangi para ekstremis yang beroperasi di perbatasan bersama mereka.
Pada April, militan Jaish al-Adl melancarkan serangan terhadap pangkalan IRGC di provinsi Sistan dan Baluchistan. Bentrokan berkecamuk selama berjam-jam, mengakibatkan tewasnya sedikitnya sepuluh pasukan keamanan Iran dan lebih dari selusin militan Jaish al-Adl.
