IRGC: Musuh akan Tercengang dengan Dominasi Rudal Iran atas Wilayah yang Diduduki
POROS PERLAWANAN — Angkatan Udara Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mencapai “dominasi rudal” di wilayah udara yang mereka sebut sebagai Wilayah Pendudukan, saat konflik memasuki hari ke-23.
Komandan Angkatan Udara, Brigadir Jenderal Sayyid Majid Musawi menyatakan langit di Wilayah selatan yang Diduduki “akan tetap terang selama berjam-jam” pada Sabtu 21 Maret.
“Taktik dan sistem peluncuran baru yang akan digunakan dalam gelombang serangan mendatang akan membuat para komandan Amerika dan Zionis tercengang,” kata Musawi dalam unggahan di platform X pada Minggu 22 Maret.
Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah IRGC meluncurkan gelombang ke-70 dari Operasi Janji Sejati 4, yang disebut menargetkan fasilitas strategis milik Israel dan Amerika Serikat di berbagai titik Kawasan.
Target yang disebut mencakup Tel Aviv, al-Quds, pelabuhan Haifa, Be’er Sheva, Gurun Negev, serta sejumlah lokasi lain. Posisi Militer Amerika Serikat di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, dan Yordania juga dilaporkan menjadi sasaran.
Pada Sabtu, IRGC juga mengumumkan gelombang ke-72 operasi tersebut dengan sandi “Ya Rasul Allah”, yang menargetkan hanggar dan depot bahan bakar di pangkalan Minhad dan Ali Al-Salem menggunakan rudal balistik dan drone.
Gelombang sebelumnya disebut menggunakan rudal berpemandu presisi Emad, rudal multi-hulu ledak Qadr, serta drone bunuh diri untuk menyerang sejumlah titik, termasuk Tel Aviv dan Rishon LeZion.
Selain itu, IRGC menyebut telah menembak jatuh satu jet tempur Israel jenis F-16 di wilayah tengah Iran. Satu pesawat lain dilaporkan jatuh di sekitar utara Isfahan, meski jenisnya belum diidentifikasi secara independen.
