Suka Cita Trump ‘Syukuri’ Tewasnya Mantan Direktur FBI Robert Mueller, Picu Kontroversi
POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memicu kontroversi setelah menyambut kematian mantan Direktur FBI, Robert Mueller sebagai “hal yang baik” dan menyatakan “rasa syukur” dan kepuasannya melalui platform Truth Social.
Mueller tewas pada usia 81 tahun, sebagaimana dilaporkan The New York Times pada Minggu 22 Maret, yang mengutip pernyataan keluarga. Penyebab kematian tidak diungkap ke publik.
Tak lama setelah kabar tersebut beredar, Trump menyampaikan respons terbuka.
“Robert Mueller baru saja meninggal, bagus. Saya senang dia meninggal. Dia tidak bisa lagi membahayakan orang-orang yang tidak bersalah!” tulis Trump.
Komentar tersebut memicu kejutan dan kontroversi luas di ruang publik, mengingat posisi Mueller sebagai tokoh penting dalam penegakan hukum Amerika Serikat.
Mueller memimpin FBI selama 12 tahun, mengambil alih jabatan tersebut menjelang Serangan 11 September 2001. Pada periode tersebut, FBI menjalani restrukturisasi besar, termasuk pembentukan unit kontra-terorisme.
Pada tahap berikutnya, antara 2017 hingga 2019, Departemen Kehakiman AS menugaskan Mueller untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres AS pada 2016. Penyelidikan tersebut menjadi salah satu isu politik paling sensitif dalam masa awal Pemerintahan Trump.
Hubungan Trump dan Mueller sejak awal berada dalam ketegangan tinggi. Pernyataan terbaru ini dinilai memperpanjang rivalitas yang telah lama terbentuk.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak keluarga Mueller maupun pejabat Federal terkait komentar “nyeleneh” Trump tersebut.
