IRGC Paksa Kapal Tanker AS Mundur dari Selat Hormuz
POROS PERLAWANAN — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan memaksa sebuah kapal tanker Amerika Serikat mundur setelah mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan melanggar pembatasan yang diberlakukan Iran.
Laporan tersebut disampaikan Tasnim News Agency pada Kamis (28/5/2026) dengan mengutip sumber militer Iran.
Menurut laporan itu, kapal tanker minyak Amerika Serikat tersebut berupaya melintasi Selat Hormuz setelah mematikan sistem pelacaknya beberapa jam sebelumnya.
Namun, Angkatan Laut IRGC disebut merespons dengan cepat melalui tindakan peringatan, termasuk tembakan peringatan ke arah kapal, sehingga tanker tersebut terpaksa menghentikan perjalanannya dan berbalik arah.
Sumber militer Iran juga menyebut bahwa pasukan Amerika Serikat kemudian melepaskan tembakan ke area terbuka di sekitar Kota Bandar Abbas. Penjelasan tersebut dikaitkan dengan laporan sebelumnya mengenai suara ledakan yang terdengar dari arah timur kota pelabuhan tersebut.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir.
Iran sebelumnya mengumumkan pengetatan pengawasan terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz menyusul eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu.
Langkah tersebut diperkuat setelah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran, yang oleh Tehran dinilai melanggar ketentuan gencatan senjata dan hukum internasional.
IRGC sebelumnya menegaskan akan menjalankan arahan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, terkait keamanan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa pihak asing yang membawa agenda mengancam keamanan Teluk Persia tidak memiliki tempat di kawasan tersebut.
Pada 20 Mei lalu, otoritas Iran yang mengawasi Selat Hormuz juga menetapkan zona pengelolaan pengawasan maritim di kawasan itu, mencakup jalur antara wilayah Iran dan Uni Emirat Arab di sisi timur maupun barat selat.
Sejauh ini, Angkatan Laut IRGC disebut telah menerbitkan izin pelayaran bagi puluhan kapal yang melintasi Selat Hormuz sesuai aturan yang diberlakukan Iran.
