Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Setelah Sempat Tertunda, Perundingan Nuklir Iran–AS Kembali Digelar di Muscat

POROS PERLAWANAN — Sikap media Amerika Serikat, Axios, berubah cepat setelah Iran mengonfirmasi penarikan diri dari proses negosiasi awal dan memaksakan lokasi pertemuan baru. Pembicaraan nuklir Teheran–Washington kini dijadwalkan berlangsung di Muscat, Oman, Jumat pagi waktu setempat, setelah sempat berada di ambang pembatalan.

Laporan IRNA pada Rabu malam 4 Februari, menyebut Axios mengutip dua pejabat Amerika yang mengonfirmasi jadwal perundingan pada pukul 10.00 di Ibu Kota Oman. Informasi tersebut muncul tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi menyampaikan rencana pertemuan di Muscat.

Perubahan arah ini terjadi setelah sejumlah negara Timur Tengah menekan Washington agar tidak membatalkan dialog dengan Teheran. Axios melaporkan setidaknya sembilan negara Kawasan menyampaikan pesan langsung kepada Gedung Putih di tingkat tertinggi. Pesan tersebut berisi permintaan eksplisit agar Amerika Serikat tetap melanjutkan pertemuan dengan Iran di Oman.

Sebelumnya, Washington menolak permintaan Teheran untuk memindahkan lokasi pembicaraan dari rencana awal di Istanbul. Namun tekanan diplomatik regional mengubah perhitungan. Pertemuan akhirnya disetujui berlangsung di Oman, lokasi yang sejak awal diinginkan Iran.

Dua pejabat senior Amerika yang dikutip Axios menyebut negara-negara Arab mendesak Washington agar tetap membuka jalur komunikasi. Salah satu pejabat mengatakan permintaan itu disertai dorongan agar Amerika Serikat mendengar langsung posisi Iran sebelum mengambil keputusan lanjutan.

Pejabat lain mengungkapkan Pemerintahan Trump menyetujui pertemuan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada sekutu Kawasan. Langkah itu juga dipandang sebagai upaya menjaga opsi diplomatik tetap terbuka di tengah ketegangan yang meningkat.

Rencana pertemuan di Muscat menandai kembalinya jalur dialog nuklir AS–Iran ke meja perundingan. Meski masih diliputi keraguan di kedua pihak, forum ini menjadi indikator penting arah diplomasi Kawasan dalam beberapa pekan mendatang.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *