Israel Kembali Luncurkan Serangan Udara Brutal ke Lebanon Selatan
POROS PERLAWANAN — Aksi militer agresif kembali dilakukan oleh rezim Zionis Israel di wilayah Lebanon selatan. Pada Jumat dini hari 4 April, pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah titik, melanggar gencatan senjata yang seharusnya berlaku di kawasan tersebut.
Menurut laporan jaringan berita Al-Mayadeen, pesawat tempur Israel menargetkan sebuah bangunan di kota Sidon, Lebanon barat daya. Serangan ini diduga kuat merupakan upaya pembunuhan yang terencana. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai siapa target utama dari operasi tersebut.
Media lokal Al-Manar turut melaporkan bahwa dua warga sipil dipastikan tewas dalam serangan udara yang menghantam sebuah apartemen di Sidon. Identitas para korban masih belum diketahui.
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi serangan untuk mengevakuasi korban dan melakukan penanganan darurat. Namun, situasi di lokasi masih genting. Helikopter dan pesawat pengintai milik Israel dilaporkan masih aktif terbang di atas wilayah tersebut, bahkan telah merambah hingga ke kawasan timur, mencapai daerah Naqoura.
Ketegangan semakin meningkat ketika dua helikopter militer Israel kembali melakukan pemboman di kota Naqoura, wilayah Tyre, sebanyak tiga kali. Serangan ini dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional Lebanon yang menegaskan bahwa wilayah Labuneh, di sebelah timur Naqoura, juga terdampak.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Israel terkait alasan di balik serangkaian serangan ini. Namun, eskalasi ini memperkuat kekhawatiran internasional terhadap potensi konflik yang semakin meluas di Kawasan.
