Jaringan Zionis i24NEWS: Pengaruh Siber Iran di Israel Sangat Luas dan Mengkhawatirkan
POROS PERLAWANAN — Dampak peretasan ponsel mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett terus memicu guncangan keamanan di Israel. Jaringan Zionis i24NEWS menyebut insiden tersebut sebagai salah satu infiltrasi siber paling serius dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir Kayhan pada Minggu (21/12), i24NEWS melaporkan bahwa peretas berhasil mengekstrak lebih dari 200.000 pesan, gambar, serta daftar kontak sensitif Bennett, termasuk nomor pejabat keamanan dan pejabat asing senior. Sejumlah kontak tersebut dilaporkan menjadi sasaran pesan ancaman dan upaya peretasan lanjutan.
Menurut i24NEWS, skala kebocoran ini menimbulkan risiko keamanan besar sekaligus merusak reputasi Israel, mengingat data tersebut berasal dari seseorang yang pernah menjabat sebagai perdana menteri. Kelompok peretas “Handala” mengaku bertanggung jawab atas serangan ini dan mengancam akan merilis informasi terkait empat pejabat senior Israel lainnya.
Saluran Hebrew 12 menyebut kelompok Handala sebagai bagian dari struktur serangan siber Iran yang telah mengklaim sejumlah peretasan terhadap lembaga Israel sejak awal perang. Investigasi melibatkan Dinas Keamanan Dalam Negeri (Shin Bet) dan Pusat Siber Nasional Israel.
Surat kabar Yedioth Ahronoth menilai peretasan tersebut sebagai kegagalan serius Shin Bet, yang bertanggung jawab atas perlindungan Bennett. Insiden ini disebut mencerminkan pola upaya sistematis Iran untuk menyusup ke Israel melalui jalur digital dan menargetkan pejabat tinggi, institusi strategis, serta infrastruktur sensitif.
Saluran Ibrani 13 dan 14 melaporkan bahwa Shin Bet terus menyelidiki kasus tersebut dan berkoordinasi langsung dengan Bennett.
Insiden ini dinilai mempermalukan Israel, terutama karena Bennett dikenal sebagai tokoh yang memiliki latar belakang kuat di bidang teknologi dan keamanan siber.
