Loading

Ketik untuk mencari

Afrika

Lembaga Pemikir AS Khawatir atas Perluasan Pengaruh Iran di Afrika

Pemimpin Syiah Nigeria: AS-Prancis akan Adu Domba Negara-negara Afrika

POROS PERLAWANAN — Melansir Kayhan pada Minggu (21/12), lembaga pemikir Amerika Serikat, Atlantic Council, menyatakan kekhawatirannya terhadap perluasan pengaruh Iran di Afrika Utara dan Eropa selatan melalui jaringan kelompok perlawanan yang bersekutu dengan Teheran.

Dalam laporannya, Atlantic Council menyoroti kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Tunisia pada awal musim gugur lalu sebagai sinyal penting perubahan sikap Tunis terhadap Teheran. Kunjungan tersebut memicu spekulasi mengenai menguatnya hubungan politik dan ekonomi kedua negara serta meningkatnya peran Iran di Afrika Utara.

Iran dan Tunisia disebut tengah bersiap memperbarui perjanjian bilateral melalui pertemuan komite bersama, termasuk penguatan kerja sama ekonomi dan rencana pembukaan penerbangan langsung antara Teheran dan Tunis. Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik Iran di kawasan, setahun setelah Presiden Tunisia menghadiri pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi di Teheran.

Atlantic Council menilai perluasan hubungan Iran di Afrika Utara akan memperkuat posisi Teheran dan Poros Perlawanan yang dipimpinnya. Bagi Tunisia, kedekatan dengan Iran dan Aljazair dinilai berpotensi menguntungkan di tengah menurunnya dukungan Amerika Serikat, yang sebelumnya menjadi mitra utama namun kini secara signifikan mengurangi keterlibatannya.

Pendalaman hubungan dengan Iran juga dinilai sejalan dengan agenda anti-Barat Presiden Tunisia Kais Saied. Sejak berkuasa pada 2021, Saied mengadopsi kebijakan luar negeri yang keras terhadap Barat, menyalahkan Eropa dan AS atas krisis ekonomi dan politik Tunisia. Ia secara terbuka mendukung Palestina dan bahkan mengubah konstitusi Tunisia pada 2022 untuk menegaskan Yerusalem sebagai bagian dari kedaulatan Palestina.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa kedekatan Saied dengan Teheran akan semakin mempererat hubungan Tunisia dengan Aljazair, yang kini menjadi penopang utama ekonomi dan keamanan Tunisia.

Aljazair sendiri telah memperluas kerja sama strategis dengan Iran, mulai dari sektor energi hingga diplomasi tingkat tinggi, seiring meningkatnya isolasi regional pasca normalisasi hubungan Maroko dengan Israel pada 2020.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *