John Mearsheimer: Statemen ‘Iran Sudah Lemah’ adalah Klaim Bodoh
POROS PERLAWANAN – Teoris ternama AS, John Mearsheimer dalam program podcast “Americano” membeberkan penilaiannya terhadap kebijakan luar negeri Pemerintahan Donald Trump di periode keduanya.
Diberitakan Fars, Mearsheimer memberikan nilai “sedang” untuk kinerja Trump dalam kebijakan luar negerinya. Ia mengatakan,”Untuk mengkaji kebijakan luar negeri Trump, ada 4 isu utama yang mesti diperhatikan: perang Ukraina, isu Iran, krisis Gaza, dan tarif.”
Mearsheimer ditanya tentang perselisihan internal Pemerintahan Trump soal Iran dan dukungan Trump kepada rencana Israel menyerang Iran. Dia menjawab,”Jelas bahwa Trump dan kebanyakan penasihatnya menentang serangan ke Iran. Ada berbagai alasan bagus untuk penentangan tersebut. Keberhasilan AS untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran masih belum jelas. Bahkan jika kita sukses melakukannya, Iran bisa membangunnya kembali. Laporan-laporan menunjukkan, Pemerintah AS pesimistis terhadap rencana serangan ke Iran. Bahkan jika berhasil, program nuklir Iran hanya akan tertunda beberapa tahun saja.”
“Sebab itu, dari sisi militer, gagasan serangan ke Iran tidak logis atau menarik. Selain itu, tiap serangan ke Iran bisa mendatangkan berbagai konsekuensi ekonomi yang amat berat. Iran akan bereaksi keras jika fasilitas nuklirnya diserang. Bahkan Iran bisa saja menutup Selat Hormuz, yang akan sangat memengaruhi ekonomi global. Trump tentu saja tak ingin menghancurkan ekonomi dunia.”
Presenter lalu menanyakan pernyataan sejumlah figur radikal di Washington, yang senada dengan Israel mengeklaim bahwa “Iran telah melemah karena kehilangan proksi-proksinya, sehingga sekarang saat yang tepat untuk menyerang Iran.”
“Masalah hancur tidaknya Hizbullah dan Hamas tak ada kaitannya dengan kekuatan Iran. Iran memiliki simpanan berlimpah rudal-rudal presisi mematikan. Jika diperlukan, Iran bisa menyerang Israel, negar-negara Timteng, dan pangkalan-pangkalan AS,” kata Mearsheimer.
“Iran masih mampu menutup Teluk Persia dan punya kapasitas untuk menghancurkan seluruh Timteng. Kekuatan Iran tidak terpengaruh oleh Hizbullah, Hamas, atau Houthi. Klaim bahwa Iran melemah sangat keliru dan bersumber dari sebuah pandangan bodoh dan tidak realistis tentang Iran.”
