Jurnalis Terkemuka Amerika Bongkar Rencana Baru Saudi dan AS terhadap Iran
POROS PERLAWANAN – Jurnalis terkenal asal Amerika Serikat, Seymour Hersh, dalam sebuah laporan menulis bahwa Washington telah mengajukan tawaran strategis kepada Arab Saudi yang melibatkan Israel dalam upaya menghadapi Iran. Dalam laporannya itu, Hersh mengungkap bahwa Amerika menawarkan untuk memasukkan Arab Saudi ke dalam “payung nuklir” AS dengan imbalan kontribusi Saudi dalam rekonstruksi Jalur Gaza dan pembiaran terhadap tindakan Israel di Kawasan.
Laporan yang diunggah di platform Substack, pada Jumat 20 Desember itu, Hersh menyebutkan bahwa tawaran ini muncul dalam konteks negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang sedang berlangsung di Doha, Qatar.
Keterlibatan Arab Saudi dalam Rekonstruksi Gaza
Hersh melaporkan bahwa negosiasi tersebut melibatkan elemen baru, yaitu partisipasi jangka panjang Arab Saudi dan pendanaan mereka dalam rekonstruksi Jalur Gaza. “Seorang sumber tepercaya dari Israel mengatakan kepada saya bahwa pembicaraan ini mencakup peran penting Arab Saudi dalam membiayai upaya rekonstruksi di Gaza”, tulis Hersh.
Selain itu, diskusi juga mencakup ide lama tentang solusi dua negara yang telah lama ditolak oleh Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dan sekutunya yang berhaluan kanan. Hersh menyebut bahwa konsep ini, yang melibatkan kepemimpinan politik terpisah untuk Palestina di Tepi Barat, kini kembali dibicarakan meskipun menghadapi resistensi kuat dari rezim Israel.
Tawaran Kerja Sama Militer dan Payung Nuklir
Hersh menambahkan bahwa AS telah mengusulkan peningkatan kerja sama militer dan pertahanan dengan Arab Saudi sebagai imbalan atas peran mereka di Gaza. “Sumber Israel saya mengatakan, sebagai imbalan atas dukungan finansial dan politiknya, Arab Saudi akan ditawarkan perjanjian militer luas dengan AS, termasuk perlindungan di bawah Payung Nuklir AS jika Iran mencapai kemampuan senjata nuklir,” kata Hersh.
Namun, Hersh menegaskan bahwa tidak ada bukti konkret yang menunjukkan Iran sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir. “Ketakutan akan Iran, yang dikenal memiliki kemampuan pengayaan uranium hingga tingkat senjata, tetap menjadi kekhawatiran di Israel dan Washington. Namun, tidak ada bukti bahwa Iran memiliki niat atau kemampuan untuk membuat bom dalam waktu dekat”, tulisnya.
Peningkatan Akses Israel di Kawasan
Dalam paket tawaran tersebut, Hersh juga mengeklaim bahwa Israel meminta Arab Saudi untuk mengabaikan serangan militer Israel di Kawasan, termasuk di Suriah, dan memberikan akses ke bandara di wilayah Saudi guna mempermudah operasi militer Israel terhadap Iran.
Meski demikian, Hersh mencatat, tidak ada jaminan rencana ini akan terwujud. Menurutnya setelah menyelesaikan konflik di Gaza, Israel kemungkinan akan fokus pada normalisasi hubungan dengan Arab Saudi.
Konteks Konflik Gaza
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak awal perang Gaza, Militer Israel telah menewaskan lebih dari 45.129 warga Palestina dan melukai 107.338 lainnya.
Pengungkapan ini memberikan wawasan tentang dinamika geopolitik terbaru di kawasan Timur Tengah, meskipun masih banyak spekulasi terkait kemungkinan implementasi rencana tersebut.
