Meski Sudah Berupaya Mati-matian Selama 20 Tahun, Blinken Akui Ketidakmampuan AS Gulingkan Pemerintah Iran
POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah wawancara terbaru, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken mengakui ketidakmampuan negaranya dalam menggulingkan Pemerintahan Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah diskusi dengan lembaga pemikir Council on Foreign Relations di New York pada Jumat 20 Desember, di mana Blinken secara terbuka membahas upaya AS yang gagal dalam melakukan intervensi politik terhadap Iran.
Kegagalan Upaya “Regime Change” AS
Blinken mengungkapkan bahwa upaya Amerika Serikat dalam menggulingkan Pemerintahan di Iran selama 20 tahun terakhir tidak pernah mencapai hasil yang diinginkan. Ia merujuk pada kegagalan AS dalam proyek nation-building di Afghanistan dan Irak setelah invasi yang dilakukan pada 2001 dan 2003.
Saat ditanya apakah AS harus terus memprioritaskan kebijakan perubahan rezim di Iran, Blinken menjawab dengan tegas, “Pengalaman kami dalam melakukan ‘eksperimen’ perubahan rezim selama dua dekade terakhir tidak membuahkan hasil yang sukses.”
Keterbatasan AS Memahami Iran
Blinken juga mengakui bahwa AS tidak memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika internal di Iran. Ia menyebut kurangnya hubungan diplomatik dan interaksi langsung antara kedua negara menjadi hambatan utama.
“Dinamika internal di Iran sangat kompleks. Kami bukan sumber terbaik untuk memahami apa yang terjadi di sana, karena kami tidak memiliki hubungan diplomatik atau interaksi langsung dengan mereka,” ujar Blinken.
Kemudian Blinken menambahkan bahwa meskipun AS mendapatkan informasi dari mitra dan sekutu, klaim bahwa AS memahami sepenuhnya situasi internal Iran akan tidak akurat.
Dukungan Internal untuk Pemerintah Iran
Blinken juga mengakui, meskipun ada oposisi terhadap Pemerintah Iran, dukungan untuk sistem Republik Islam tetap signifikan. Ia menjelaskan perbedaan antara populasi perkotaan dan perdesaan, serta kelompok konservatif yang loyal terhadap Pemerintah, menciptakan kompleksitas dalam membaca situasi politik di negara tersebut.
Kesulitan “Mengelola Perubahan dari Luar”
Menanggapi pertanyaan tentang peran AS dalam mendorong perubahan di Iran, Blinken menekankan kesulitan untuk “merekayasa” perubahan politik dari luar. Ia menyebut bahwa intervensi semacam itu seringkali menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan.
“Rekayasa perubahan dari luar sangat sulit, dan seringkali menimbulkan dampak tak terduga yang perlu ditangani dengan sangat hati-hati,” katanya.
Namun demikian, Blinken menegaskan bahwa AS akan terus mendukung mereka yang menginginkan masa depan berbeda untuk Iran, sambil tetap berhati-hati dalam melakukan intervensi langsung.
Dukungan untuk Perubahan di Iran
Blinken mengakui AS telah mencoba memberikan dukungan kepada rakyat Iran yang menginginkan perubahan. “Kami telah berusaha memberikan mereka kemampuan untuk terhubung, bertahan, dan memperoleh sumber daya yang mereka butuhkan,” ungkapnya. Namun, ia tidak memberikan rincian tentang cara atau saluran yang digunakan untuk mendukung upaya tersebut.
Wawancara ini menyoroti perubahan pendekatan AS terhadap Iran, dari strategi intervensi langsung ke pendekatan yang lebih berhati-hati dan strategis. Blinken menegaskan meskipun AS mendukung aspirasi rakyat Iran, mencoba menggulingkan Pemerintahan dari luar adalah tugas yang sangat sulit dan berisiko tinggi.
