Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Juru Bicara Kepolisian Iran: Aksi Protes Terbaru Bersifat Ekonomi dan Sipil, Kekerasan Tidak Ditoleransi

POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Komando Kepolisian Iran (Faraja), Jenderal Saeed Montazer-ol-Mahdi menegaskan bahwa aksi protes yang berlangsung baru-baru ini di Teheran dan sejumlah kota lain bersifat ekonomi dan sipil. Kepolisian, menurutnya, tidak akan membiarkan aksi damai tersebut berubah menjadi ketidakamanan, kekacauan, atau tindakan kekerasan.

Mengutip laporan IRNA dari Faraja pada Jumat malam 2 Januari, Montazer-ol-Mahdi menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir masyarakat menggelar pertemuan dan aksi sebagai respons terhadap kondisi ekonomi serta fluktuasi nilai tukar.

“Aksi-aksi tersebut sepenuhnya bermuatan ekonomi dan sipil. Masyarakat menyuarakan upaya untuk memperbaiki kondisi kehidupan dan membangun stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kepolisian mengandalkan intelijen, pemantauan lapangan, serta interaksi langsung dengan para demonstran untuk mencegah kerusakan dan eskalasi ketegangan. Berkat kerja sama warga dan kehadiran aparat yang bertanggung jawab, ruang-ruang berkumpul tetap aman dan terkendali.

Menanggapi upaya pengalihan arah protes, Montazer-ol-Mahdi menyebut adanya individu di luar kelompok utama demonstran yang berusaha mengubah aksi sah menjadi tindakan destruktif dan kekerasan. Ia menyebut kelompok tersebut bertindak atas arahan aktor asing dan pihak yang dianggap sebagai musuh keamanan negara.

“Tujuan mereka menekan warga, pusat-pusat layanan, dan aparat penegak hukum, sekaligus menciptakan kondisi untuk memperbesar krisis dan kekacauan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setelah pergerakan tersebut teridentifikasi, kepolisian segera mengambil langkah operasional yang terukur dan tepat sasaran. Keamanan masyarakat dan ruang publik, menurutnya, tetap terjaga.

Montazer-ol-Mahdi menegaskan pendekatan kepolisian yang mendukung tuntutan sah rakyat. Polisi, katanya, membedakan secara tegas antara aspirasi sipil dan tindakan destruktif, sekaligus melindungi hak-hak warga dan keamanan nasional.

Juru Bicara Faraja juga menegaskan garis merah kepolisian berada pada keselamatan publik. Setiap bentuk perusakan properti, penguasaan tempat umum, dan pelanggaran hak-hak warga negara tidak akan ditoleransi dan akan ditindak sesuai hukum.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen kepolisian kepada rakyat Iran. Aparat, katanya, tidak akan membiarkan pihak mana pun mengubah protes sipil menjadi kerusuhan dan kekerasan, serta akan terus melindungi dan menjaga keamanan masyarakat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *