Militer Republik Islam Nyatakan Siap Tanggapi Segala Ancaman Anti-Iran dengan Tegas dan Penuh Kehormatan
POROS PERLAWANAN – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran memperingatkan bahwa pihaknya akan memberikan respons tegas terhadap segala tindakan yang dianggap sebagai ancaman atau tindakan anti-Iran. Menurut laporan Mehrnews, peringatan ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat, dalam rangka memperingati pembebasan Khorramshahr pada 3 Khordad 1403 HS, bertepatan dengan 23 Mei 2025, salah satu kemenangan penting dalam perang Iran-Irak. Operasi ini, dikenal sebagai Operasi Beit-al-Moqaddas (Operasi Yerusalem).
Dalam pernyataannya, militer Iran menegaskan bahwa pembebasan Khorramshahr merupakan simbol perlawanan dan kemenangan bangsa Iran melawan kekuatan asing, serta bukti solidaritas antara rakyat dan angkatan bersenjata Iran di bawah kepemimpinan Imam Khomeini. Momen tersebut disebut sebagai lambang keteguhan nasional dalam menghadapi “arogansi global”.
Kritik terhadap Amerika Serikat
Pernyataan tersebut juga berisi kritik tajam terhadap Amerika Serikat dan Presiden AS saat itu, yang memprovokasi negara-negara di kawasan dengan kunjungan ke Timur Tengah dan menyebarkan sentimen anti-Iran (Iranophobia). Militer Iran menuding bahwa langkah-langkah tersebut hanya bertujuan mengamankan kepentingan ekonomi dan politik dalam negeri Amerika melalui ketegangan regional.
Menurut militer Iran, strategi Washington dianggap keliru dan mengulang kesalahan masa lalu seperti yang terjadi di Vietnam dan Afghanistan. Mereka memperingatkan bahwa upaya apa pun untuk mengancam Iran akan dihadapi dengan “kekuatan dan kewibawaan penuh” dari angkatan bersenjata.
Dukungan pada Kepemimpinan dan Persatuan Nasional
Staf Umum juga menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada stabilitas kawasan dan akan terus mempertahankan martabat serta nilai-nilai Revolusi Islam. Mereka menyampaikan penghormatan kepada para syuhada dan veteran perang serta menekankan pentingnya kewaspadaan nasional terhadap konspirasi asing.
Pernyataan ditutup dengan penegasan bahwa Iran, di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei dan dengan dukungan rakyat, akan tetap siap menghadapi segala ancaman dengan determinasi dan kehormatan.
