Jutaan Warga Yaman Nyatakan Siap Perang Lawan Dinasti Saud
POROS PERLAWANAN – Jutaan warga Yaman di puluhan kota dan wilayah yang berada di bawah kendali Pemerintah Sanaa berpartisipasi dalam konsentrasi massa yang dinamakan “Jumat Peringatan dan Mobilisasi.”
Fars melaporkan, Lapangan al-Sabeen di Ibu Kota Yaman menjadi saksi penyelenggaraan pertemuan besar dan penuh semangat pada Jumat 17 Juli kemarin. Jutaan orang dari Provinsi Sanaa hadir dalam pawai “Jumat Peringatan dan Mobilisasi”. Mereka mengirimkan pesan peringatan terakhir kepada Pemerintah Arab Saudi, Amerika Serikat, dan Rezim Zionis, dengan menyatakan kesiapan mereka untuk menghadapi musuh.
Selain di Sanaa, warga di puluhan kota dan wilayah di Provinsi Saada, al-Hudaydah, Amran, Hajjah, al-Bayda, Raymah, Ibb, al-Mahwit, al-Dhale, dan Taiz juga turun ke jalan.
Para peserta pawai menekankan kesiapan mereka menghadapi “Pemerintah Arab Saudi yang sombong, penindas, dan biadab” serta sekutu-sekutunya dalam perang dan blokade Yaman. Mereka menyatakan: “Dengan pertolongan Allah, kami siap untuk bertempur melawan Pemerintah arogan dan agresor Saudi serta semua pihak yang bersekutu dengannya dalam agresi dan blokade terhadap negara kami.”
“Hari ini kami datang ke lapangan para orang merdeka untuk tidak hanya memperingatkan musuh-musuh Allah, tetapi juga menyatakan kesiapan penuh kami untuk mobilisasi dan menghadapi Pemerintah Saudi yang zalim, sombong, dan biadab.”
Dalam acara tersebut, puisi-puisi epik juga dibacakan. Melalui syair-syair ini, para peserta menunjukkan kesiapan dan semangat mereka untuk mobilisasi umum serta kehadiran di medan pertempuran.
Dalam pernyataan akhir pertemuan ini disebutkan: “Kepada Arab Saudi yang pengecut, sombong, dan angkuh, kami katakan bahwa kami akan mengambil kembali hak kami dari nyawa kalian. Kami akan membalas dendam bagi diri kami sendiri, ayah-ayah kami, dan nenek moyang kami. Sejak insiden Tanumah hingga hari ini, kami akan membuat kalian bertanggung jawab.”
Dalam pernyataan tersebut, para peserta juga menyampaikan pesan peringatan yang ditujukan kepada Klan Saud. Dengan mengutip ucapan Imam Sajjad a.s., mereka menegaskan: “Apakah kalian mengancam kami dengan kematian, wahai putra-putra para tawanan yang dibebaskan? Tidakkah kalian tahu bahwa kematian bagi kami adalah hal biasa dan kesyahidan adalah kemuliaan ilahi? Demi Allah, kalian tidak akan melihat dari kami selain apa yang tidak kalian sukai. Hari ini kami berkumpul di Jumat Peringatan dan Mobilisasi untuk menyatakan kepada seluruh dunia, bukan hanya kepada Pemerintah Saudi, bahwa kami adalah bangsa yang tidak akan pernah menyerah atau menundukkan kepala di hadapan tiran mana pun di muka Bumi.”
Mereka juga menyatakan penyerahan wewenang penuh kepada Sayyid Abdulmalik Badrudin al-Houthi. Mereka memintanya untuk mengambil semua keputusan yang diperlukan untuk mematahkan blokade, membuka kembali bandara dan pelabuhan Yaman, serta merebut kembali kekayaan negara tersebut.
Para peserta menekankan bahwa kebebasan, martabat, dan kemandirian adalah pilihan bangsa Yaman. Bahwa bangsa ini tidak akan pernah menerima penyerahan diri atau ketergantungan kepada Arab Saudi dan pendukung Amerika serta Israel-nya. Mereka juga menyatakan kepada Pemimpin Ansharullah bahwa rakyat Yaman berdiri setia di sisinya dan siap mengorbankan nyawa mereka di jalan ini.
Di bagian lain pernyataan tersebut, kelanjutan blokade terhadap Yaman digambarkan sebagai “perang total.” Juga disebutkan bahwa tuntutan utama rakyat adalah “tindakan timbal balik,” termasuk “blokade dibalas blokade dan bandara dibalas bandara.”
Para demonstran juga meminta Angkatan Bersenjata Yaman untuk meningkatkan tingkat respons terhadap tindakan musuh. Mereka menyatakan berada dalam tingkat kesiapan tertinggi untuk segala bentuk dukungan bagi garis depan dan siap memberikan pengorbanan yang diperlukan.
Dalam pernyataan tersebut, Republik Islam Iran juga diapresiasi karena upayanya untuk mematahkan blokade dan mengirimkan pesawat sipil guna memindahkan pasien dan orang-orang yang terjebak.
Bagian akhir pernyataan menekankan kelanjutan dukungan terhadap perjuangan Palestina, rakyat Gaza, Hizbullah, Republik Islam Iran, dan Poros Jihad serta Perlawanan, dengan menegaskan bahwa para peserta tidak akan mundur dari posisi mereka sampai “kemenangan dan penaklukan yang nyata” tercapai.
Sementara itu, Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat mengapresiasi kehadiran besar-besaran rakyat negara tersebut dalam pawai “Jumat Peringatan dan Mobilisasi” yang diselenggarakan atas seruan Pemimpin Ansharullah.
“Saya sangat berterima kasih kepada bangsa agung Yaman, yang hari ini menjawab panggilan Pemimpin Revolusi dengan kehadiran yang megah dan membanggakan. Biarlah nyawa saya menjadi tebusan baginya dan bagi kalian,” tegas al-Mashat.
“Setiap kali Pemimpin Revolusi memberikan peringatan, dan Yaman yang beriman dan bijaksana menjawab peringatan ini, baik secara resmi maupun rakyat, maka aturlah jam kalian dengan waktu Sanaa.”
“Di hadapan hak-hak sah dan tuntutan yang benar dari bangsa-bangsa, semua tantangan akan memudar. Hak akan diperoleh semua orang, atau tidak seorang pun yang akan menikmatinya.”
