Kabinet Israel Setujui Pemecatan Ronen Bar dari Jabatan Kepala Shin Bet
POROS PERLAWANAN – Para anggota Kabinet Benyamin Netanyahu secara aklamasi mendukung pemecatan Kepala Shin Bet, Ronen Bar.
Diberitakan Fars, pemungutan suara ini dilakukan pada awal Jumat dini hari 21 Maret. Meski demikian, pemungutan suara masih mungkin dikaji di Mahkamah Agung Israel.
Dalam statemennya, kantor PM Israel menyatakan bahwa Bar akan mengepalai Shin Bet maksimal hingga 10 April mendatang. Dia harus meninggalkan posisinya begitu ada opsi baru untuk menggantikannya.
Beberapa jam sebelumnya, Bar mengirim surat kepada Netanyahu. Dalam suratnya, Bar berkata bahwa penyingkirannya dari tim negosiator Israel untuk pertukaran tawanan akan berdampak negatif atas perundingan tersebut.
Ia menegaskan, Netanyahu memutuskan untuk memecatnya supaya dia tidak bisa melakukan investigasi terkait peristiwa-peristiwa 7 Oktober.
Bar berkata bahwa Israel telah memasuki “tahap yang berat dan rumit.” Ia menambahkan, 59 tawanan Israel masih berada di Gaza dan Israel tidak sanggup mengalahkan Hamas.
Keputusan Netanyahu memecat Bar memicu aksi protes di dalam Israel. Demo untuk menentang keputusan tersebut telah berlangsung selama 3 hari berturut-turut.
Ribuan orang Israel bergabung dalam demo-demo tersebut. Aksi protes terhadap pemecatan Bar berbarengan dengan aksi protes terhadap dimulainya kembali perang di Gaza.
Menurut laporan Kantor Berita Reuters, aparat kepolisian terlibat bentrok dengan para pendemo di jalan yang menuju kediaman resmi Netanyahu di Yerusalem (Quds). Sejumlah pendemo ditangkap oleh aparat keamanan.
Para pemrotes juga menggelar aksi demo di pusat Tel Aviv. Mereka menutup sejumlah ruas jalan untuk menentang rencana pemecatan Bar.
Para pendemo mendesak Netanyahu mundur dari jabatannya, alih-alih memecat Kepala Shin Bet.
Netanyahu memecat Bar karena meyakini dia memanfaatkan kuasanya di Shin Bet untuk menekan dirinya.
