Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Mantan Menteri Perang Israel: Hamas Sudah Berniat Bebaskan Seluruh Tawanan, Tapi Dihalangi Netanyahu

Mantan Menteri Perang Israel: Hamas Sudah Berniat Bebaskan Seluruh Tawanan, Tapi Dihalangi Netanyahu

POROS PERLAWANAN – Mantan Menteri Perang Israel, Moshe Yaalon pada Kamis 20 Maret menyatakan, keputusan untuk memulai kembali perang di Gaza diambil oleh Otoritas Politik Israel, bukan Otoritas Keamanan.

Menurut Yaalon, Benyamin Netanyahu adalah penanggung jawab utama kekalahan Israel pada 7 Oktober (Operasi Badai al-Aqsa). Saat ini juga Netanyahu bermaksud membiarkan para tawanan Israel begitu saja.

Yaalon mengatakan, Hamas pada November tahun lalu sudah berniat membebaskan seluruh tawanan. Namun Netanyahu justru membagi proses pembebasan tawanan ke beberapa tahap demi mempertahankan aliansi Kabinetnya.

Seorang petinggi Hamas pada Selasa lalu mengumumkan, serangan besar-besaran Militer Israel ke Gaza telah menewaskan seorang tawanan Israel.

“Serangan itu juga melukai 2 tawanan Israel. Tujuan utama Netanyahu adalah terbebas dari para tawanan Israel,” kata petinggi Hamas tersebut.

Presiden Israel Berseteru dengan Kabinet Netanyahu

Presiden Israel, Isaac Herzog menyatakan, Kabinet Netanyahu melakukan tindakan-tindakan yang menyebabkan perpecahan di Israel.

“Kita tidak bisa mengirim anak-anak kita untuk bertempur di garis depan, di saat Pemerintahan mengambil tindakan-tindakan yang diperdebatkan dan menyebabkan perpecahan di tengah rakyat,” kata Herzog.

“Saat ini, kita menyaksikan tindakan-tindakan sepihak. Saya sangat mencemaskan dampak tindakan-tindakan tersebut terhadap persatuan nasional.”

“Saya meminta kajian atas tiap tindakan yang memicu perdebatan. Terutama jika tindakan memengaruhi upaya-upaya perang dan pengembalian para tawanan Israel.”

“Ada gelombang provokasi terhadap para petinggi senior Badan Keamanan. Hal ini hanya akan menyebabkan perpecahan dan melebarkan kesenjangan.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *