Kataib Hizbullah: Menjadi Musuh AS adalah Kebanggaan Kami - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Kataib Hizbullah: Menjadi Musuh AS adalah Kebanggaan Kami

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Kataib Hizbullah Irak merilis statemen yang mengecam sanksi AS atas para petinggi al-Hashd al-Shaabi. Kataib Hizbullah menyebut langkah ini sebagai pertanda kepanikan AS akibat kegagalan menghadapi Poros Perlawanan. AS disebut akan menyesali tindakan ini.

“Para pejuang meyakini dengan teguh bahwa dukungan dan penerimaan oleh AS sebagai barometer penyimpangan. Sementara kemarahan dan permusuhan AS kepada mereka merupakan sebuah kehormatan”, demikian disebutkan dalam statemen Kataib Hizbullah.

“Rezim Setan Besar yang menguasai bangsa-bangsa dengan kekuatan dan terorisme, merasa takut kepada para pria merdeka bangsa-bangsa tersebut. Setan Besar kehilangan keseimbangannya dan mengambil keputusan secara panik, sebab putra-putra Poros Perlawanan telah menantang arogansi AS, serta menghadapi konspirasi AS atas bangsa-bangsa Kawasan dan dunia dengan penuh tekad tanpa rasa gentar dan pantang menyerah.”

“Digunakannya senjata sanksi dan pencantuman orang-orang yang melawan arogansi dan teroris binaannya, yaitu ISIS, oleh AS merupakan pengakuan akan kekalahan dan kelemahan di hadapan mereka yang memegang teguh janji kepada Allah.”

“Ketua Staf al-Hashd al-Shaabi Hajj Abu Fadak al-Muhammadawi adalah salah satu panji jihad dan perlawanan. Ia dijatuhi sanksi sebab ia telah menciutkan nyali orang-orang zalim dan merupakan duri di mata mereka.”

“AS akan menyesali kejahatan dan kebodohannya atas bangsa kami dan para komandan kemenangan atas ISIS. Harapan AS terhadap rezim-rezim anteknya tak lebih dari sebuah fatamorgana”, tandas Kataib Hizbullah.

Di akhir statemen, Kataib Hizbullah menyatakan bahwa AS sebagai Setan Besar adalah musuh kemanusiaan, sehingga ia dan antek-anteknya di Irak dan Kawasan mesti dikalahkan.

Kemenkeu AS pada Rabu 13 Januari lalu mencantumkan Abu Fadak dalam daftar sanksinya. Abu Fadak adalah pengganti Syahid Abu Mahdi al-Muhandis sebagai Wakil Ketua dan Komandan Lapangan al-Hashd al-Shaabi.

Menanggapi tindakan Washington ini, al-Hashd al-Shaabi memberikan ucapan selamat kepada Abu Fadak dan menyebutnya sebagai “Komandan Pemberani” karena telah dijatuhi sanksi oleh AS.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *