Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Kejahatan Al-Jolani Terus Berlanjut: Korban Tewas Melebihi 1.200 Orang

Kejahatan di Suriah Terus Berlanjut, para Teroris Lempar Jasad-jasad Korban ke Jurang

POROS PERLAWANAN – Pusat pemantau hak asasi manusia, Syrian Human Rights Watch (SHRW), melaporkan bahwa aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pimpinan Muhammad Al-Jolani di wilayah barat Suriah masih terus berlanjut. Dalam laporan terbaru yang dirilis pada Selasa (11/3), SHRW mengungkapkan bahwa 132 warga sipil dari komunitas Alawi tewas dalam serangan terbaru yang terjadi di dua provinsi, Tartus dan Latakia.

Menurut data yang dirilis SHRW, total korban tewas akibat serangan pasukan Al-Jolani di wilayah barat Suriah sejak konflik dimulai telah mencapai 1.225 orang. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang tidak bersenjata.

Rincian Korban Terbaru

Pada 11 Maret 2024, serangan yang dilakukan oleh pemberontak di dua provinsi barat Suriah menyebabkan tewasnya 132 warga sipil dengan rincian sebagai berikut:

– Tartus: 72 orang tewas.
– Latakia: 60 orang tewas.

Klaim Al-Jolani dan Pembentukan Komite Investigasi

Dalam pernyataan media yang dirilis pada Senin (10/3), Muhammad Al-Jolani, pemimpin kelompok Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), mengklaim bahwa operasi militer yang dilakukan pasukannya di wilayah barat Suriah telah berakhir. Namun, klaim ini bertolak belakang dengan fakta di lapangan, di mana serangan terhadap warga sipil masih terus terjadi.

Al-Jolani juga mengumumkan pembentukan komite investigasi khusus untuk menyelidiki kejahatan yang terjadi. Menurutnya, komite ini akan bekerja secara rahasia dan diharapkan menyelesaikan investigasinya dalam waktu 30 hari. Namun, banyak pihak, termasuk aktivis hak asasi manusia, meragukan langkah ini dan menilainya hanya sebagai upaya pencitraan semata.

Tingkat Kekejaman yang Meningkat

Tindakan brutal yang dilakukan oleh pasukan Al-Jolani di wilayah barat Suriah telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Kekejaman ini telah menarik perhatian komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat dan beberapa negara Barat. Pasukan Al-Jolani dilaporkan berusaha menghilangkan bukti kejahatan dengan menyembunyikan mayat korban atau meletakkan senjata di dekat jenazah untuk menciptakan kesan bahwa korban adalah kombatan, bukan warga sipil.

Data Pembantaian Massal

SHRW mencatat bahwa sejak serangan oleh pasukan Al-Jolani dimulai, telah terjadi 47 pembantaian massal di wilayah pesisir Suriah, khususnya menargetkan komunitas Alawi. Berikut adalah rincian korban tewas berdasarkan provinsi:

– Latakia: 658 orang tewas.
– Tartus: 384 orang tewas.
– Hama: 171 orang tewas.
– Homs: 12 orang tewas.

Pembersihan Etnis dan Sektarian

Laporan SHRW juga menyoroti bahwa operasi pembersihan etnis dan sektarian oleh pasukan Al-Jolani masih terus berlangsung. Mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak, yang mengindikasikan betapa brutalnya konflik ini. Jumlah korban sipil terus meningkat, tanpa tanda-tanda bahwa kekerasan akan segera berakhir.

Tuduhan Kejahatan Perang

SHRW menegaskan bahwa pasukan keamanan dan elemen-elemen dari Kementerian Pertahanan Al-Jolani telah melakukan kejahatan perang di wilayah tersebut. Lembaga pemantau ini menekankan bahwa tidak ada upaya hukum signifikan untuk menghentikan atau menghukum para pelaku kejahatan ini. Akibatnya, situasi ini menciptakan kondisi di mana para pelaku merasa kebal hukum dan terus melakukan kekerasan tanpa rasa takut akan konsekuensi.

Seruan kepada Komunitas Internasional

SHRW mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka menyerukan pengiriman tim investigasi internasional ke wilayah tersebut guna mendokumentasikan kejahatan yang terjadi dan memastikan bahwa para pelaku diadili secara adil.

Selain itu, SHRW juga meminta kelompok pemberontak bersenjata untuk menghukum para pelaku kejahatan, terutama yang berasal dari pasukan keamanan dan pertahanan mereka sendiri. SHRW memperingatkan bahwa kegagalan dalam menindak para pelaku hanya akan mendorong pengulangan kejahatan serupa di masa depan.

Situasi di wilayah barat Suriah semakin memprihatinkan dengan terus meningkatnya jumlah korban sipil dan kekejaman yang dilakukan oleh pasukan Al-Jolani. Tanpa intervensi serius dari komunitas internasional, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia diperkirakan akan terus berlanjut, mengorbankan lebih banyak nyawa tak bersalah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *