Kemenlu Puji Nasionalisme Tim Sepak Bola Wanita Iran yang Tolak Tawaran Suaka
POROS PERLAWANAN – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei mengunggah pesan di medsos X, yang berisi penghormatan kepada para wanita dan anak perempuan Iran serta menyambut kembalinya tim sepak bola wanita ke Iran.
“Bagaimana mungkin kami tidak bangga pada kalian, para perempuan negeri ini, ketika, di saat yang sama kalian sedang dibantai di Minab, Maragheh, dan Lamerd, orang-orang di Sydney justru antusias berfoto bersama kalian!” cuit Baghaei, dilansir Tasnim.
“Betapa munafik dan hampa tindakan yang mereka lakukan, dan betapa bangga kalian telah merobek tabir kebohongan mereka dan menunjukkan bahwa cinta terhadap Tanah Air, meskipun terluka dan berlumuran darah, terlalu dalam tertanam untuk dihapus dari hati kalian oleh janji-janji menipu mereka. Hidup kembalinya putri-putri Iran ke pangkuan Tanah Air mereka!”
Saat tiba di pos perbatasan Bazargan Maku, Mohadaseh Zolfa, salah satu pemain tim nasional sepak bola wanita Iran, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan masyarakat, pejabat, dan Asosiasi Sepak bola Iran.
“Kami merasa aman dan bahagia, dan selama sebulan terakhir ini kami sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada tempat yang sebanding dengan rumah dan negara sendiri,” kata Zolfa kepada Tasnim.
Mengenai kontroversi yang muncul, ia mengatakan, “Semua tindakan ini hanyalah permainan. Tawaran (suaka) yang diajukan memang sangat menggoda. Namun kami senang telah mengambil keputusan terbaik. Meskipun ada tawaran dengan kondisi yang jauh lebih baik, selama masih ada Tanah Air, pilihan saya akan tetap jatuh pada Tanah Air.”
Pemain tim nasional sepak bola wanita Iran itu lalu menanggapi tudingan media bahwa keluarga para pemain mendapat tekanan. Ia menegaskan, “Kami dengan tegas membantah hal ini. Saya merindukan keluarga dan Tanah Air saya, dan tidak ada tempat seperti rumah. Tidak ada ancaman atau tekanan sama sekali terhadap keluarga kami, dan (tudingan media) ini sama sekali tidak benar.”
Ibu Mohadeseh Zolfi juga mengatakan mengenai hal ini: “Kami berterima kasih kepada Federasi Sepak Bola di Tabriz dan Teheran atas dukungannya kepada para putri kami. Para putri kami bukanlah pengkhianat; mereka adalah aset negara ini.”
Sebelum ini, berbagai media menyatakan bahwa tim nasional wanita Iran enggan pulang ke negara mereka usai mengikuti turnamen di Australia.
