Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Menlu Iran Peringatkan Dunia Soal Berlanjutnya Standar Ganda, Pembiaran, dan Normalisasi Terorisme Zionis

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi melontarkan peringatan menyusul ketidakpedulian dan standar ganda masyarakat internasional tentang normalisasi terorisme Rezim Zionis dan dampak-dampaknya.

“Israel sama sekali tidak memedulikan konsekuensi dari normalisasi metode terorisme mengerikan yang dilakukannya. Namun, komunitas internasional tidak boleh mengabaikan ketidaktahuan diri ini, karena setiap aksi pasti, tanpa ragu dan tanpa kecuali, akan menimbulkan reaksi,” kata Araghchi, Tasnim memberitakan.

“Bayangkan jika Presiden Iran, dengan tenang dan tanpa rasa sungkan, menyerahkan daftar ‘target pembunuhan’ kepada seorang Duta Besar: Presiden Amerika Serikat, para pemimpin Kongres, jenderal-jenderal senior; dan kemudian segera menyatakan: ‘Kami akan menghabisi mereka satu per satu.’”

“Dalam hitungan jam, dunia akan dilanda kekacauan: pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, badai media yang tak henti-hentinya, sanksi, ancaman, dan mungkin bahkan perang, semua atas nama ‘hukum internasional’ dan dalih menjaga ‘tatanan dunia’.”

“Namun, ketika Israel terlibat, seolah-olah aturan main berubah. Para pendukung ‘hukum dan ketertiban’ yang sama itu entah diam seribu bahasa atau beralih ke ambiguitas. Dan dalam skenario terburuk, justru menjadi pemasok senjata dan pendukung politik itu sendiri.”

“Apa yang kita saksikan hari ini bukan sekadar kemunafikan. Kemunafikan masih menyisakan sedikit rasa malu. Fenomena ini lebih telanjang: keruntuhan moral yang disengaja, di mana aturan hanya berlaku bagi lawan dan impunitas adalah hak istimewa yang disediakan bagi sekutu.”

“Seperti biasa, Israel menyeret mitra Amerika-nya ke jurang kehancuran moral dan politik yang semakin dalam. Israel sama sekali tidak memedulikan konsekuensi dari normalisasi metode-metode mengerikan yang mereka gunakan dalam menerapkan teror. Namun, komunitas internasional tidak boleh mengabaikan kelalaian ini; sebab setiap aksi, tanpa ragu dan pasti, akan menimbulkan reaksi.”

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *