Kepanikan Jelang Hasil Pemilu AS: Pendukung Trump Serbu Toko Beli Senjata
POROS PERLAWANAN – Menjelang pengumuman hasil Pemilu AS 2024, suasana di berbagai Negara Bagian berubah tegang. Di Wisconsin, misalnya, para pendukung Donald Trump dilaporkan menyerbu toko-toko senjata. Kekhawatiran mereka dipicu oleh potensi kemenangan Kamala Harris, yang mereka yakini bisa memperketat undang-undang kepemilikan senjata di Amerika Serikat.
Menurut laporan Daily Express, ketakutan ini cukup beralasan di mata sebagian warga. Seorang pemilih mengungkapkan bahwa ia belum pernah membeli senjata sebelumnya, tetapi sekarang merasa harus memilikinya “untuk melindungi diri”. Dua warga lainnya menegaskan bahwa jika Harris menang, hak mereka untuk memiliki senjata bisa terancam, meskipun Harris sendiri sudah menegaskan bahwa ia menghormati Amandemen Kedua.
Kekhawatiran ini membawa ingatan kembali ke peristiwa 6 Januari 2021, ketika ribuan pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol di Washington. Mereka marah atas kemenangan Joe Biden dalam Pemilu 2020, dan Trump sendiri mendorong mereka untuk melawan hasil Pemilu, yang berujung pada serbuan massal ke pusat demokrasi AS.
Kini, ancaman ketegangan serupa tak bisa diabaikan. Ketegangan meningkat seiring dengan laporan dua upaya pembunuhan terhadap Trump baru-baru ini. Selain itu, hasil survei terbaru juga memperkeruh suasana. The Guardian melaporkan bahwa survei FiveThirtyEight menunjukkan peluang besar Partai Republik untuk memenangkan Gedung Putih dan mungkin bahkan menguasai Kongres, sebuah kenyataan yang menakutkan bagi Demokrat.
Di tengah panasnya situasi, laporan lain dari The New York Times mengeklaim bahwa tiga Badan Intelijen AS, termasuk FBI dan Office of the Director of National Intelligence, menuduh Rusia dan Iran menyebarkan disinformasi untuk merusak kepercayaan pada hasil Pemilu. Upaya ini, menurut mereka, ditujukan untuk memperburuk kekacauan sosial di Amerika.
Sementara itu, ada satu tempat yang jauh dari semua kericuhan ini: Stasiun Luar Angkasa Internasional. Empat astronot Amerika yang berada di sana—anggota misi SpaceX Crew-9, yaitu Don Pettit, Nick Hague, Butch Wilmore, dan Suni Williams—dipastikan bisa ikut memilih, meski mereka jauh dari Bumi. Keputusan ini diumumkan sebagai langkah simbolis, seolah ingin menunjukkan bahwa demokrasi Amerika tetap berjalan, bahkan hingga ke luar angkasa.
Dengan semua ketegangan yang terjadi, pertanyaan besar tetap menggelayut: Akankah hasil Pemilu AS tahun ini memicu gejolak baru, atau justru membawa ketenangan? Yang pasti, di Amerika Serikat saat ini, ketegangan politik dan sosial belum akan reda dalam waktu dekat.
