Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Kesiapan Iran Gelar Latihan Militer Besar-Besaran dan Pesan untuk Israel di Tengah Kompleksitas Situasi Keamanan Kawasan

POROS PERLAWANAN – Iran mengumumkan akan menggelar serangkaian latihan militer berskala besar dalam beberapa hari mendatang. Latihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan defensif dan ofensif Angkatan Bersenjata negara tersebut di tengah situasi keamanan yang semakin kompleks di Kawasan.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Mayor Jenderal Gholamali Rashid mengungkapkan rincian latihan ini dalam pertemuan dengan para komandan senior pada Rabu 25 Desember. Dikatakan bahwa latihan tersebut akan mencakup manuver gabungan yang melibatkan Angkatan Darat Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di berbagai medan, termasuk darat, laut, dan udara.

“Latihan ini dirancang secara cermat dan dilaksanakan dengan strategi inovatif untuk menghadapi segala kemungkinan ancaman, termasuk dari musuh yang tidak terduga,” ujar Jenderal Rashid.

Latihan Rutin, Fokus pada Paruh Akhir Tahun

Jenderal Rashid menjelaskan Iran secara rutin menggelar sekitar 30 latihan militer skala besar setiap tahunnya. Namun, intensitas latihan biasanya meningkat pada paruh kedua setiap tahun, khususnya dalam tiga bulan terakhir.

“Latihan-latihan ini bukan hanya untuk menunjukkan kekuatan, melainkan juga untuk menguji kesiapan operasional kami dalam menghadapi ancaman nyata maupun potensial,” tambahnya.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, yang dipimpinnya, akan memegang kendali penuh dalam perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan latihan ini.

Pesan untuk Musuh

Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Rashid menyinggung ancaman dari musuh regional, termasuk Israel. Ia menyebut bahwa “musuh Zionis terjebak dalam ilusi dan salah perhitungan strategis”.

Sebagai bukti kekuatan Militer Iran, ia merujuk pada Operasi True Promise II yang dilakukan pada Oktober lalu. Dalam operasi itu, rudal balistik Iran berhasil menghantam target militer yang telah dipilih dengan presisi tinggi. Operasi ini, menurutnya, membuktikan bahwa “langit wilayah Rezim Pendudukan terbuka dan rentan terhadap serangan Iran, bertolak belakang dengan propaganda media mereka”.

Doktrin Pertahanan yang Tegas

Jenderal Rashid kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan memulai konflik di Kawasan. Namun, ia menekankan pentingnya latihan ini untuk menjaga kesiapan militer negara dalam menghadapi ancaman apa pun.

“Kami tidak mencari perang, tetapi latihan ini adalah pesan tegas bahwa Iran siap menghadapi segala bentuk ancaman, baik defensif maupun ofensif,” tutupnya.

Latihan militer berskala besar yang akan segera dimulai ini menegaskan tekad Iran untuk mempertahankan posisinya sebagai kekuatan regional di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *