Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Jihad Islam: Penargetan Jurnalis oleh Israel Dinilai sebagai Pesan Keras kepada Para Mediator

Jihad Islam: Serangan ke Rumah Sakit Gaza Bagian dari Proyek AS

POROS PERLAWANAN — Gerakan Jihad Islam Palestina menilai penargetan jurnalis oleh Israel sebagai pesan politik yang sangat keras terhadap para mediator internasional, sekaligus sinyal penolakan untuk melanjutkan ke fase kedua perjanjian gencatan senjata. Pernyataan tersebut muncul menyusul tewasnya sejumlah jurnalis dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah.

Mengutip laporan Al Manar pada Kamis 22 Januari, Gerakan Jihad Islam Palestina menyatakan bahwa penargetan jurnalis yang bekerja di bawah naungan Komite Mesir tidak dapat dikategorikan sebagai kesalahan lapangan. Gerakan tersebut menyebut tindakan itu sebagai “pesan politik melalui api” dan deklarasi eksplisit penolakan Israel untuk beralih ke fase kedua kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu, Jihad Islam menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan terang-terangan terhadap peran para mediator. Menurut mereka, penargetan jurnalis dimaksudkan untuk mengintimidasi semua pihak yang terlibat dalam upaya bantuan dan rekonstruksi, serta melemahkan setiap langkah yang bertujuan membangun stabilitas di Jalur Gaza.

Gerakan itu juga menyerukan kepada komunitas internasional dan kekuatan-kekuatan berpengaruh agar mengambil tanggung jawab untuk segera menghentikan eskalasi. Mereka memperingatkan bahwa kebijakan pemaksaan syarat melalui kekerasan berpotensi mendorong Kawasan menuju eskalasi yang lebih luas dan tidak terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah tiga jurnalis tewas dalam serangan udara Israel pada Rabu sore. Para korban adalah Mohammed Salah Qashta, Abdul Raouf Shaat, dan Anas Ghneim. Mereka dilaporkan tewas ketika kendaraan yang mereka tumpangi diserang saat sedang menjalankan tugas fotografi lapangan di kota Al-Zahra, Gaza tengah.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel terkait insiden tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *