Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Krisis Logistik Militer AS di Tengah Perang Iran, Sekutu Tolak Permintaan Trump

POROS PERLAWANAN — Perang melawan Iran memasuki hari ke-12 dengan tekanan berat bagi Militer Amerika Serikat. Persediaan rudal pertahanan udara di kawasan Asia Barat dilaporkan menipis drastis, memicu krisis logistik yang semakin serius.

Seorang sumber militer yang memiliki akses langsung pada operasi Angkatan Darat AS mengungkapkan kondisi tersebut kepada Press TV pada Rabu 11 Maret. Menurutnya, Washington saat ini tengah berpacu memindahkan persenjataan dari berbagai wilayah strategis dunia menuju Asia Barat.

Upaya darurat ini dilakukan ketika sumber daya Militer AS di Kawasan terus menyusut setelah serangkaian serangan balasan Iran dalam Operasi Janji Sejati 4.

Serangan drone dan rudal Iran dalam beberapa hari terakhir dilaporkan berhasil mengenai targetnya, baik di Wilayah Pendudukan Israel maupun di sejumlah pangkalan militer AS di Kawasan. Serangan tersebut membuka celah serius dalam sistem pertahanan udara Amerika.

Situasi itu mendorong Presiden AS, Donald Trump menghubungi sejumlah pemimpin negara sekutu di Eropa dan Asia Tenggara. Trump meminta dukungan militer untuk membantu menghadapi serangan Iran dan jaringan Poros Perlawanan di Kawasan.

Dalam percakapan telepon tersebut, Trump dilaporkan mendesak sekutu mengirim kapal perang serta mengerahkan sistem radar buatan Amerika guna membantu mencegat rudal dan drone Iran.

Namun permintaan tersebut mendapat respons dingin.

Menurut sumber militer itu, sebagian besar negara sekutu menolak bergabung dalam operasi militer. Hanya satu pemimpin negara yang bersedia mempertimbangkan permintaan tersebut setelah menghadapi tekanan politik domestik yang kuat.

Tiga negara lainnya menolak secara tegas.

Penolakan tersebut menunjukkan meningkatnya keengganan banyak negara untuk terseret dalam konflik yang terus meluas di Kawasan.

Konflik ini disebut bermula pada 28 Februari setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta sejumlah Komandan Militer senior Iran.

Sejumlah analis militer menilai sikap para sekutu mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi perang berkepanjangan yang dapat mengguncang stabilitas Kawasan serta pasokan energi global.

Sementara itu, tekanan logistik terhadap Militer AS terus meningkat. Hingga saat ini, Angkatan Bersenjata Iran dilaporkan telah meluncurkan 37 gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan militer Amerika di Kawasan.

Perang belum menunjukkan tanda mereda.

Tags: