Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Serukan Kecaman Global atas Agresi AS–Israel, Rusia dan Sejumlah Negara Nyatakan Dukungan

POROS PERLAWANAN — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menargetkan infrastruktur sipil dan masyarakat. Ia menegaskan para pelaku harus dimintai pertanggungjawaban atas serangan tersebut.

Seruan itu disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Selasa 11 Maret, seperti dilaporkan Press TV.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan Kawasan setelah dimulainya agresi militer AS–Israel terhadap Iran pada 28 Februari serta berbagai isu kerja sama bilateral.

Putin menegaskan kembali penolakan Rusia terhadap agresi militer terhadap Iran. Ia juga menyatakan kesiapan Moskow memberikan bantuan yang diperlukan untuk membantu mengakhiri konflik di Kawasan secepat mungkin.

Kedua pemimpin sepakat melanjutkan konsultasi tingkat tinggi antara Teheran dan Moskow guna menghadapi perkembangan geopolitik yang semakin kompleks.

Percakapan itu merupakan komunikasi kedua antara Pezeshkian dan Putin sejak konflik dimulai.

Dalam pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Pezeshkian menegaskan Iran tidak memiliki niat menyerang negara-negara Kawasan. Iran, kata dia, hanya akan menargetkan pangkalan militer yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran, sesuai dengan hak membela diri.

Pezeshkian juga mengecam penggunaan wilayah negara tetangga oleh pihak agresor untuk menyerang fasilitas sipil Iran, termasuk rumah sakit dan sekolah.

Salah satu serangan dilaporkan menghantam sebuah sekolah di kota Minab dan menewaskan 168 siswa.

Meski demikian, Presiden Iran menegaskan strategi militernya bersifat defensif dan merupakan respons terhadap agresi yang terjadi.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif kembali menegaskan sikap Islamabad yang menolak serangan terhadap Iran. Ia juga menyampaikan harapan agar Iran terus berkembang di bawah kepemimpinan baru.

Kedua pemimpin sepakat memperkuat hubungan bilateral antara Teheran dan Islamabad serta meningkatkan kerja sama antarnegara Muslim di Kawasan.

Di jalur diplomasi lainnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

Araghchi menegaskan tekad Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya. Ia juga menyoroti tanggung jawab Dewan Keamanan PBB dalam menangani pelanggaran serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional akibat agresi Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, sikap diam terhadap kejahatan tersebut berpotensi membahayakan stabilitas Kawasan dan dunia.

Lavrov mengecam agresi militer AS–Israel terhadap Iran serta menyampaikan ucapan selamat kepada Ayatullah Sayyid Mujtaba Khamenei atas terpilihnya sebagai Pemimpin Revolusi Islam atau Pemimpin Tertinggi Iran.

Rusia juga menyatakan kesiapan mengerahkan upaya kolektif untuk memperkuat keamanan Kawasan.

Araghchi juga melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres mengenai perkembangan terbaru konflik tersebut.

Ia menjelaskan berbagai dimensi serangan yang menargetkan fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, kawasan permukiman, serta bangunan bersejarah. Serangan tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

Araghchi kembali menegaskan hak Iran untuk membela diri dan memperingatkan bahwa setiap aksi militer Amerika terhadap Iran akan menjadikan seluruh fasilitas dan pangkalan militer AS di Kawasan sebagai target, yang berpotensi memperluas konflik regional.

Guterres menegaskan pentingnya menghormati hukum internasional dan menghindari eskalasi konflik. Ia juga menyatakan tidak ada keraguan mengenai hak Iran untuk membela diri.

Dalam pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel Ati, Araghchi menyatakan Angkatan Bersenjata Iran siap menjalankan hak sah untuk membela diri serta merespons agresi Amerika Serikat dan Israel.

Ia menegaskan bahwa serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Kawasan dilakukan dalam kerangka pertahanan yang sah.

Sementara itu, Mesir menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di Kawasan dan menegaskan komitmennya untuk membantu meredakan situasi melalui jalur diplomasi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *