Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Laporan Media Zionis Tentang Narsisme Trump yang Klaim Iron Dome Buatan AS

Laporan Media Zionis Tentang Narsisme Trump: Klaim Iron Dome Buatan AS

POROS PERLAWANAN – Situs berita Ynet, yang berafiliasi dengan surat kabar Yedioth Ahronoth, melaporkan dalam sebuah artikel bahwa Presiden AS, Donald Trump bertujuan untuk mengeklaim semua prestasi untuk dirinya sendiri. Dalam kritik pedasnya terhadap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, Trump berujar bahwa “sistem pertahanan udara Iron Dome adalah teknologi AS, jadi jangan terlalu sering mengaitkannya dengan Israel.”

Tasnim memberitakan, Ynet menyebutkan bahwa Trump merilis pernyataan terhadap Netanyahu itu pada Rabu 22 Januari lalu. Publikasi pernyataannya mengejutkan banyak orang Israel, karena ia mengeklaim bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome, yang digunakan untuk mencegat rudal jarak pendek, adalah teknologi AS dan tidak ada hubungannya dengan Israel.

Menurut Ynet, Trump mengeklaim bahwa Iron Dome dibuat oleh AS, padahal sistem tersebut dikembangkan sepenuhnya oleh perusahaan senjata Israel, Rafael.

Selama pidato panjangnya di KTT Davos, Trump mengungkap rencananya untuk membangun sistem pertahanan “Golden Dome.” Menurutnya, rudal-rudal penangkis juga akan ditempatkan di luar angkasa. Ia kemudian mengeklaim bahwa AS-lah yang mengembangkan sistem Iron Dome.

“Apa yang kami lakukan untuk Israel luar biasa. Tetapi itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang kami rancang untuk AS, Kanada, dan sisa dunia,” ujar Trump ditujukan kepada Netanyahu.

“Kami sedang memproduksi kubah yang tak tertandingi. Kami pernah melakukannya untuk Israel. Saya juga telah memberi tahu Netanyahu: hentikan klaim bahwa Anda yang membangun sistem ini. Ini adalah teknologi kami. Ini milik kami.”

Ynet mengeklaim, Trump keliru dalam pernyataannya. Dia disebut kekurangan informasi yang akurat tentang hal ini dan terjebak dalam ilusi.

Perlu dicatat bahwa Trump hanya mengungkapkan sebagian kebenaran, karena biaya proyek ini sepenuhnya dibayar dari kantong pajak warga AS.

Menurut pengakuan Ynet, sebelum ini, yaitu beberapa hari setelah Operasi 7 Oktober, Trump mengakui bahwa pembunuhan Syahid Qasem Soleimani adalah ulahnya dan Netanyahu enggan membantu AS dalam hal ini.

“Kami kecewa dengan tindakan Netanyahu, tetapi kami melaksanakan misi itu sendiri. Setelah itu, Netanyahu mencoba mengeklaim tindakan tersebut sebagai miliknya,” ujar Trump.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *