Wah, Iran dan Tiongkok Siap Eksploitasi Sumber Daya Bulan
POROS PERLAWANAN – Kepala Organisasi Antariksa Iran mengumumkan bahwa negaranya, bekerja sama dengan Tiongkok, resmi bergabung dalam proyek internasional Chang’e-8. Misi ini bertujuan mengeksplorasi serta memanfaatkan sumber daya berharga di permukaan bulan sekaligus memperkuat kehadiran kedua negara di bidang antariksa.
Menurut laporan Desk Antariksa dan Astronomi Kantor Berita Tasnim, pada Senin 8 September, Kepala Organisasi Antariksa Iran, Hassan Salarieh menyampaikan kabar tersebut di sela program pengamatan gerhana bulan total.
“Pada tahun 2025 (1404, tahun Iran), berbagai program telah dilaksanakan di industri antariksa Iran, terutama dalam enam bulan pertama. Salah satu yang paling penting adalah bergabungnya Iran dalam proyek Chang’e-8 bersama Tiongkok. Proyek ini dilaksanakan untuk memanfaatkan sumber daya di permukaan bulan sekaligus memperluas partisipasi Iran dalam eksplorasi antariksa,” kata Salarieh.
Ia menambahkan bahwa sejumlah proyek infrastruktur juga menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya Pangkalan Luar Angkasa Nasional Chabahar, yang dalam waktu dekat akan meluncurkan satelit pertamanya. Pada Pekan Pemerintah lalu, prototipe kedua satelit Kowsar yang sepenuhnya dirancang dan dibangun sektor swasta, ikut dipamerkan.
Salarieh menjelaskan bahwa beberapa peluncuran satelit telah dijadwalkan pada paruh kedua tahun ini. “Sejumlah satelit yang peluncurannya tertunda dari tahun lalu atau sudah diumumkan sebelumnya akan diluncurkan pada musim gugur. Ini mencakup prototipe kedua satelit Kowsar, satelit Zafar, dan satelit Paya. Tentu jadwal bisa bergeser beberapa minggu karena faktor teknis atau pengujian tambahan, namun perkiraan kami tetap musim gugur,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa peluncuran sampel kedua satelit Nahid 2 akan dilakukan setelah evaluasi dan modifikasi dari sampel pertama. Selain itu, sistem satelit pita sempit Shahid Soleimani dalam bentuk prototipe uji coba segera diresmikan dan diluncurkan.
Lebih lanjut, Salarieh menegaskan pembangunan infrastruktur lain juga tengah berjalan, termasuk pusat antariksa di Salmas dan Chenaran yang berlokasi di timur laut dan barat laut Iran. Kedua pusat ini diproyeksikan berperan penting dalam kendali satelit, penerimaan data, dan pengolahan citra antariksa.
Terkait riset biospace, Salarieh menyebut proyek biokapsul dengan sistem kendali dan panduan canggih sedang dirancang. “Insya Allah, detail lebih lanjut akan segera diumumkan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Salarieh menyinggung program pengamatan gerhana bulan total malam itu. “Gerhana bulan merupakan fenomena astronomi yang selalu menarik perhatian, baik bagi penggemar amatir maupun peneliti profesional. Kami senang dapat menyelenggarakan program ini bersama para jurnalis di Organisasi Antariksa Iran,” ujarnya.
