Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Laporan Militer Israel Akui Kegagalan Operasi ‘Kereta Gideon’ di Gaza

Laporan Militer Israel Akui Kegagalan Operasi "Kereta Gideon" di Gaza

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, laporan internal Militer Israel mengungkap kegagalan besar dalam operasi “Kereta Gideon” di Jalur Gaza. Dokumen yang dibocorkan oleh Channel 12 Israel itu menyoroti kelemahan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga strategi perang yang dinilai tidak sesuai dengan doktrin militer rezim tersebut.

Laporan yang diterbitkan oleh Pusat Pembelajaran Operasional Angkatan Darat Israel ini secara terbuka menyebut bahwa dalam aksi militer yang dimulai pertengahan Mei 2025 itu, Israel melakukan “setiap kesalahan yang mungkin terjadi”. Alih-alih mencapai tujuan strategis, operasi justru gagal mengalahkan Hamas baik secara politik maupun militer. Bahkan, misi penyelamatan tawanan Israel pun tak berhasil, baik lewat jalur diplomasi maupun aksi bersenjata.

Dalam penilaiannya, laporan ini menyebut operasi dijalankan dengan strategi yang berantakan, terlalu menekankan pencegahan daripada kemenangan nyata, serta dilaksanakan secara terfragmentasi. Militer Israel juga dikritik karena lebih memprioritaskan biaya operasi ketimbang keberhasilan misi, dengan budaya pengambilan keputusan yang dinilai lemah dan tidak strategis.

Akibat pendekatan tersebut, konflik berubah menjadi perang atrisi berkepanjangan yang tidak hanya menguras kekuatan Militer Israel, tetapi juga merusak reputasi internasional mereka. Laporan itu menambahkan bahwa pembangunan kekuatan Militer Israel tertinggal jauh dibanding persenjataan dan pemulihan kembali Hamas, sementara operasi darat dinilai gagal menghentikan serangan roket Kelompok Perlawanan tersebut.

Ketahanan Hamas dan kesalahan strategis

Dokumen internal ini mengakui ketahanan Hamas yang mampu mempertahankan perlawanan berkat pemanfaatan sumber daya secara efisien, dukungan eksternal, serta strategi perang gerilya. Israel disebut kesulitan beradaptasi menghadapi perang asimetris, sering kali lebih fokus meminimalkan korban jiwa ketimbang mencapai tujuan militer jangka panjang.

Kritik tajam juga diarahkan pada cara Israel menangani bantuan kemanusiaan di Gaza. Menurut laporan, pendekatan yang keliru justru memungkinkan Hamas menjalankan “kampanye kelaparan” yang meskipun diklaim tidak akurat, berhasil memengaruhi opini publik internasional.

Kontradiksi dengan narasi resmi

Analis politik Channel 12, Amit Segal menyoroti kontras antara evaluasi internal ini dengan pernyataan resmi Kepala Staf IOF, Eyal Zamir yang sebelumnya menegaskan bahwa operasi tersebut telah memenuhi targetnya.

Laporan ini kini sudah beredar di beberapa brigade, namun sejumlah perwira meragukan apakah temuan tersebut akan membawa perubahan nyata dalam strategi operasi mendatang. Kelompok veteran dan pasukan cadangan bahkan memperingatkan bahwa rencana fase lanjutan, “Kereta Gideon B”, berisiko mengulangi kesalahan yang sama.

Hingga kini, Militer Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Namun, persiapan operasi berikutnya di Gaza memicu kekhawatiran bahwa tanpa perombakan strategi, Israel mungkin saja akan kembali menghadapi kegagalan serupa.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *