Lebih dari 3.000 Kali Rezim Zionis Langgar Gencatan Senjata, Hizbullah Desak Pemerintah Segera Tunaikan Kewajibannya
POROS PERLAWANAN — Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim Qassim, menegaskan bahwa rezim Zionis telah melanggar kesepakatan gencatan senjata lebih dari 3.000 kali, sementara Hizbullah tetap berkomitmen penuh pada perjanjian tersebut. Dalam pidatonya di Beirut, Senin malam (28/7), ia mengecam agresi terbaru Israel ke pinggiran selatan Beirut yang menurutnya berlangsung dengan dukungan Amerika Serikat, seraya menyerukan pemerintah Lebanon untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan mempercepat upaya rekonstruksi nasional.
Dalam pidatonya sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Al-Manar, Sheikh Qassim menegaskan, “Kita memiliki tiga prioritas utama yang harus menjadi fokus bersama: menghentikan agresi rezim Zionis dan membebaskan para tahanan, mempercepat rekonstruksi wilayah yang hancur, dan membangun negara yang kuat.”
Ia menambahkan bahwa sejak disepakatinya gencatan senjata, Hizbullah telah sepenuhnya mematuhi perjanjian tersebut, sementara pihak Zionis telah melakukan lebih dari 3.000 pelanggaran. “Tidak ada satu pun pelanggaran yang tercatat atas nama kami. Namun, rezim Zionis secara sistematis melanggar kesepakatan,” ujarnya. Sheikh Qassim menegaskan bahwa tugas untuk menjaga keberlangsungan gencatan senjata bukan hanya tanggung jawab Hizbullah, melainkan juga kewajiban pemerintah Lebanon.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi sikap Presiden dan Perdana Menteri Lebanon yang mengutuk agresi Israel baru-baru ini, namun mendesak agar langkah-langkah nyata segera diambil. “Pemerintah harus melakukan upaya yang lebih besar di tingkat lokal, domestik, dan internasional untuk menekan pelaksanaan penuh perjanjian gencatan senjata,” katanya.
Menyoroti dimensi internasional, Sheikh Qassim menuding Amerika Serikat memiliki peran langsung dalam agresi ini. “Amerika memiliki kepentingan di Lebanon, tetapi kepentingan itu tidak akan terwujud tanpa stabilitas di negara ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Hizbullah akan terus mempertahankan kekuatannya sebagai jaminan stabilitas Lebanon. “Kami berdiri teguh di masa-masa sulit dan berhasil memaksa musuh menerima gencatan senjata. Kami tidak akan pernah berkompromi terhadap kekuatan perlawanan, kekuatan tentara, dan kekuatan negara Lebanon,” ujarnya.
Dalam bagian lain pidatonya, Sheikh Qassim menggarisbawahi pentingnya rekonstruksi wilayah yang hancur akibat agresi musuh. Ia mengkritik lambannya kinerja pemerintah dalam proses ini dan menekankan bahwa pembangunan kembali merupakan bagian integral dari stabilitas nasional. “Sejauh ini, kami telah menampung 50.755 orang yang rumahnya hancur total dan memperbaiki rumah bagi 332.000 warga, padahal ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegagalan dalam mempercepat rekonstruksi berarti menambah penderitaan rakyat Lebanon dan menghambat pembangunan ekonomi. “Tidak ada kesepakatan tanpa rekonstruksi,” tegas Sheikh Qassim.
Terkait pemilihan umum daerah mendatang, Sheikh Qassim mengumumkan pembentukan koalisi Hizbullah dengan Gerakan Amal. “Kami bertujuan mengelola pemilu ini agar Lebanon keluar dari krisis menuju kesepakatan nasional,” katanya. Ia menekankan bahwa pemilihan umum bukanlah alat untuk meraih kekuasaan atau keuntungan pribadi, melainkan sarana untuk melayani rakyat, mengentaskan kemiskinan, dan memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
“Kita harus bekerja keras menjaga kesatuan desa dan kota, menciptakan suasana kerja sama, persaudaraan, dan kohesi sosial,” lanjutnya. Ia mengajak seluruh rakyat Lebanon untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan kepala daerah sebagai bagian dari upaya kolektif membangun negara.
Dalam kesempatan tersebut, Sheikh Qassim juga menyampaikan penghormatan kepada rakyat Gaza atas ketabahan dan perlawanan mereka. “Kegigihan dan keteguhan kalian telah menggagalkan tujuan musuh, dan ini adalah awal dari kemenangan besar,” katanya.
Tak lupa, ia menyampaikan belasungkawa kepada pimpinan, pemerintah, dan rakyat Iran atas insiden ledakan di Bandar Abbas yang mengakibatkan meninggalnya sejumlah warga Iran. Sheikh Qassim juga menyampaikan belasungkawa kepada umat Kristen di seluruh dunia atas wafatnya Paus Fransiskus.
