Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Lima Tentara Israel Tewas dalam Ledakan Jebakan di Gaza Selatan

POROS PERLAWANAN – Jalur Gaza kembali menjadi saksi kekalahan mematikan bagi Militer Pendudukan Israel, setelah lima tentaranya dilaporkan tewas dan belasan lainnya terluka dalam sebuah insiden penyergapan di Khan Younis, Gaza selatan, pada Jumat 6 Juni.

Media Israel mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut terjadi ketika satuan elite militer, termasuk unit Maglan, memasuki sebuah rumah yang telah dijebak dengan bahan peledak oleh pejuang Perlawanan Palestina. Ledakan besar mengakibatkan sedikitnya 12 korban di pihak Israel. Satu tentara dilaporkan hilang, dan operasi penyelamatan masih berlangsung.

Menurut laporan Tehran Times, bangunan yang diledakkan tersebut telah disiapkan oleh Unit Perlawanan Palestina untuk menjebak pasukan yang menyerbu. Helikopter Israel dikerahkan untuk evakuasi darurat, sementara pesawat tempur melintasi langit Gaza dengan kecepatan tinggi hingga memecahkan batas suara.

Pascaledakan, artileri berat Israel menggempur Khan Younis. Rekaman yang beredar secara daring memperlihatkan helikopter IOF (Israel Occupation Forces) mengevakuasi korban dari lokasi kejadian, dengan bentrokan bersenjata terus berlanjut di lapangan.

Bentrok sengit juga dilaporkan terjadi di Jabalia, Gaza utara. Beberapa hari sebelumnya, tiga sersan staf IOF juga dilaporkan tewas akibat ledakan alat peledak di wilayah tersebut. Evakuasi saat itu pun berlangsung lama dan disertai tembak-menembak hebat yang menyebabkan sejumlah tentara Israel lainnya terluka.

Dalam insiden terpisah, satu tentara Israel dilaporkan tewas dan satu lainnya mengalami luka berat setelah unit IOF menjadi sasaran serangan udara skala kecil menggunakan quadcopter, alat terbang nirawak, yang menjatuhkan bom rakitan di Shejaiya, Gaza utara. Serangan ini diklaim sebagai bagian dari taktik baru sayap bersenjata Hamas yang semakin adaptif terhadap medan urban.

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth pada Sabtu 7 Juni, menggambarkan pertempuran ini sebagai bentuk perang gerilya yang semakin memukul mundur pasukan Pendudukan. Dalam artikelnya, media berbahasa Ibrani itu menulis: “Jaringan terowongan di bawah Gaza sangat luas, begitu pula jumlah pejuangnya. Hamas terus mampu merekrut anggota barunya dari kalangan muda. Ini adalah perang gerilya berdarah dengan biaya besar, dan, sayangnya, biayanya hanya akan meningkat. Frasa ‘Diizinkan untuk dipublikasikan’ kini menjadi hal rutin kecuali terjadi perubahan politik atau kemauan untuk mencari solusi damai”.

Sejak dimulainya kembali agresi militer besar-besaran Israel ke Jalur Gaza pada 18 Maret, yang didukung penuh oleh Amerika Serikat, pejuang Perlawanan Palestina telah secara konsisten melancarkan serangan balasan dan penyergapan terhadap pasukan darat Israel, dengan hasil yang menimbulkan kerugian signifikan di pihak penyerang.

Operasi-operasi ini menunjukkan bahwa, meski dibombardir dari udara dan darat, Perlawanan Palestina tetap mampu bergerak efektif, memukul dengan presisi, dan menggoyahkan rasa aman di jajaran Militer Israel, membuktikan bahwa Gaza bukan medan yang bisa ditaklukkan hanya dengan superioritas senjata.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *