Maduro: CIA Rancang Kudeta dan Pencurian Sumber Daya Alam Venezuela
POROS PERLAWANAN — Presiden Venezuela, Nicolás Maduro menyebut bahwa Amerika Serikat berupaya mencuri sumber daya alam negaranya dengan menggunakan operasi rahasia Badan Intelijen Pusat (CIA) sebagai kedok. Ia menegaskan bahwa kampanye “perang terhadap narkoba” yang digembar-gemborkan Washington hanyalah dalih untuk melakukan intervensi dan perebutan kekayaan alam Venezuela.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Kamis 16 Oktober, Maduro mengatakan bahwa Amerika Serikat secara terbuka merencanakan perubahan rezim di Caracas dan berupaya menguasai sumber daya alam strategis negaranya, termasuk minyak, gas, emas, dan air.
“Jika Venezuela tidak memiliki kekayaan minyak, gas, emas, dan air yang begitu besar, kaum imperialis tidak akan pernah melirik negara kami,” tegas Maduro dalam pidato penutupan Kongres Nasional Koki Tanah Air di Caracas, seperti dikutip Tasnim News.
Tudingan terhadap CIA dan Pemerintahan Trump
Maduro menyampaikan pernyataan itu sebagai tanggapan terhadap laporan yang menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump telah mengizinkan CIA melakukan operasi rahasia terhadap Venezuela. Ia menuding lembaga tersebut memiliki sejarah panjang dalam upaya penggulingan pemerintahan di berbagai negara.
“Bisakah seseorang percaya bahwa CIA tidak berkonspirasi melawan Komandan Chávez dan saya selama 26 tahun?” ujarnya retoris.
Maduro menambahkan bahwa tidak pernah ada pemerintahan di dunia yang secara terbuka melegalkan “pembunuhan, penggulingan, dan penghancuran” negara lain, namun Amerika Serikat kini melakukannya terang-terangan.
Ia menyebut CIA terlibat dalam berbagai kudeta dan intervensi di negara-negara seperti Afghanistan, Irak, dan Libya. “Amerika Latin tidak lagi membutuhkan tangan kotor imperialisme,” kata Maduro, disambut sorakan pendukungnya di aula kongres.
Seruan Persatuan Nasional dan Latihan Militer
Dalam pidato yang disiarkan luas oleh televisi Pemerintah, Maduro juga memerintahkan pelaksanaan latihan militer berskala besar di perbatasan dan pesisir Karibia sebagai bentuk kesiapan Angkatan Bersenjata Venezuela menghadapi ancaman eksternal.
Ia menyerukan persatuan nasional dan kesiapsiagaan rakyat Venezuela menghadapi apa yang disebutnya “konspirasi Amerika yang terang-terangan”.
“Bangsa Venezuela bersatu dan memiliki perangkat yang diperlukan untuk mengalahkan konspirasi ini,” tegasnya. “Kami menolak perang di Karibia, menolak perang di Amerika Selatan. Ya untuk perdamaian!”
Venezuela Bawa Masalah ke PBB
Pernyataan keras Maduro disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Caracas dan Washington. Pemerintah Venezuela baru-baru ini mengirimkan surat resmi ke Dewan Keamanan PBB, mengecam tindakan Militer AS terhadap kapal-kapal Venezuela di lepas pantai negara itu sebagai pelanggaran hukum internasional.
Dari 15 anggota dewan, 14 negara mendukung posisi Venezuela, sementara Amerika Serikat menolak tudingan tersebut.
Minyak, Geopolitik, dan Kemandirian Energi
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, dan selama bertahun-tahun menjadi sasaran sanksi ekonomi serta tekanan diplomatik AS. Pemerintahan Maduro menyebut Washington menggunakan isu hak asasi manusia dan demokrasi sebagai alat untuk melemahkan pemerintahannya dan mengendalikan sumber daya energi negara itu.
Pidato terbaru Maduro mempertegas sikap konfrontatifnya terhadap kebijakan luar negeri AS, sekaligus mengirim pesan kepada sekutu domestik dan internasional bahwa Venezuela tidak akan tunduk pada tekanan eksternal.
